Melawan Cystic Fibrosis hingga ke The Open: Kisah David Howard yang Menginspirasi
Baca dalam 60 detik
- David Howard, pegolf amatir asal Irlandia, lolos ke The Open Championship 2025 setelah mengatasi cystic fibrosis dan episode psikotik akibat isolasi pandemi.
- Pria 27 tahun itu mengonsumsi 25-30 tablet per hari untuk bertahan hidup, namun berhasil menjadi juara East of Ireland 2025 dan menembus kualifikasi final.
- Howard berharap penampilannya di Royal Birkdale bisa menjadi inspirasi bagi penderita cystic fibrosis lain untuk tidak menyerah pada mimpi.

David Howard, seorang pegolf amatir berusia 27 tahun asal County Cork, Irlandia, akan memulai debutnya di The Open Championship pekan ini—sebuah pencapaian yang nyaris mustahil saat ia didiagnosis cystic fibrosis di usia tujuh tahun. Bagi Howard, sekadar hidup hingga usia sekarang pun sudah merupakan keajaiban.
Howard mengidap cystic fibrosis, kondisi genetik yang menyebabkan lendir kental menumpuk di paru-paru dan sistem pencernaan. Sejak kecil, ia harus bolak-balik dirawat di rumah sakit karena infeksi. "Saat pertama punya akses telepon di usia 12 atau 13 tahun, saya mencari di Google 'harapan hidup cystic fibrosis' dan hasilnya sekitar pertengahan usia 20-an," ujarnya kepada BBC Sport NI. "Saya tidak pernah berpikir akan hidup sampai usia ini—sekarang sehat dan bermain dengan pemain top, rasanya tidak masuk akal."
Perjuangan Howard tidak berhenti di situ. Pandemi Covid-19 menjadi babak kelam dalam hidupnya. Karena takut tertular, ia mengisolasi diri secara ekstrem, yang berujung pada episode psikotik dan manik. "Saya akhirnya dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu. Saat itu tidak boleh ada pengunjung, sangat berat," kenangnya. Beruntung, unit cystic fibrosis membantunya pulih tanpa harus masuk bangsal psikiatri. Setelah sembuh, ia menyelesaikan magang sebagai mekanik dan kembali memegang stik golf.
Keputusannya untuk kembali ke lapangan hijau terbukti tepat. Pada 2025, Howard menjuarai East of Ireland Championship—prestasi yang membawanya mengikuti kualifikasi regional The Open di The Island, County Dublin. Meski hanya menjadi cadangan pertama, ia mendapat panggilan untuk mengikuti kualifikasi final di Dundonald Links. Dengan ayahnya, John, sebagai caddy, Howard mencatatkan dua putaran solid dan mengamankan tiket ke Royal Birkdale.
Pekan ini menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Howard, yang sebelumnya belum pernah mengunjungi The Open, bahkan sebagai penonton. Pada Senin lalu, ia bermain latihan bersama legenda golf Irlandia Padraig Harrington dan Shane Lowry—keduanya pernah memenangi Claret Jug—serta Stuart Grehan, jawara British Amateur bulan lalu. "Ini surealis. Saya sibuk bermain untuk Munster dan klub rumah Fota Island, jadi tidak banyak waktu berpikir. Tapi saya senang berada di sini," kata Howard.
Pada hari Kamis, Howard akan memulai turnamen pukul 10:42 BST bersama Kazuma Kobori dari Selandia Baru dan Tom Sloman dari Inggris. Ia menegaskan tidak datang hanya untuk memenuhi kuota. "Saya akan mencoba menikmati pekan ini, tapi saya juga ingin memberikan yang terbaik dan melihat sejauh mana saya bisa melangkah."
Terlepas dari hasil akhir, Howard berharap penampilannya bisa menginspirasi penderita cystic fibrosis lain. "Beberapa orang tua dengan anak CF sudah menghubungi saya. Inilah mengapa saya melakukan advokasi untuk CF Ireland—untuk menunjukkan bahwa ini bukan akhir dunia. Teruslah berjuang, dan Anda juga bisa mengejar mimpi Anda," pungkasnya.
Kisah Howard mengingatkan bahwa olahraga tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang ketahanan manusia. Di tengah dominasi pemain papan atas, kehadirannya di The Open menjadi bukti bahwa batas fisik bukanlah penghalang mutlak. Akankah perjuangannya membuka jalan bagi lebih banyak atlet dengan kondisi serupa untuk tampil di panggung dunia?



