‘Hope’ Jadi Penyelamat Distributor Film Korea yang Terpuruk
Baca dalam 60 detik
- Film alien-epik ‘Hope’ mendominasi penjualan tiket awal di Korea Selatan dengan pangsa 62,1%, mengungguli kompetitor.
- Distributor Plus M Entertainment, yang tengah dalam proses restrukturisasi kebangkrutan, menggantungkan harapan pada film ini untuk bertahan.
- Kupon subsidi pemerintah dan minimnya pesaing di musim panas memberi ‘Hope’ peluang besar menjadi box office penyelamat industri.

Dua hari sebelum penayangan perdananya, film ‘Hope’ telah menguasai hampir dua pertiga tiket yang terjual di Korea Selatan, menjadi tumpuan bagi distributor yang sedang terlilit masalah keuangan.
Berdasarkan data Dewan Film Korea, film garapan sutradara Na Hong-jin ini mencatatkan 390.000 pemesanan tiket, setara 62,1% dari total penjualan tiket awal secara nasional. Angka itu empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan pesaing terdekatnya, ‘Spider-Man: Brand New Day’, yang baru tayang pada 29 Juli.
Film ini menjadi yang tercepat menempati posisi pertama sejak awal tahun. Reputasi Na Hong-jin yang tak pernah mengecewakan—dengan tiga film sebelumnya, ‘The Chaser’, ‘The Yellow Sea’, dan ‘The Wailing’—menjadi daya tarik utama. ‘Hope’ adalah film pertamanya dalam satu dekade terakhir, setelah proses produksi yang molor hingga setahun lebih dari jadwal awal.
Kesuksesan ‘Hope’ bukan sekadar gengsi box office. Bagi perusahaan distribusinya, Plus M Entertainment, film ini adalah soal hidup-mati. Bulan lalu, Plus M bersama jaringan bioskop Megabox dan unit lain dari JoongAng Group mengajukan perlindungan kebangkrutan. Langkah itu mengguncang industri, membuat banyak distributor dan pemilik bioskop waswas soal pembayaran. Jika ‘Hope’ laris, Plus M mendapat napas untuk merestrukturisasi utang.
Pemerintah Korea Selatan turun tangan dengan membagikan 2,05 juta kupon diskon tiket senilai 6.000 won (sekitar Rp70.000) mulai 8 Juli. Ini adalah putaran kedua subsidi tahun ini. Pada putaran pertama Mei lalu, pendapatan box office melonjak 47,9% dalam sepekan. ‘Hope’ yang tayang sepekan setelah kupon diedarkan diprediksi menjadi penerima manfaat terbesar.
Persaingan yang longgar juga menguntungkan. Tidak ada film Korea berbiaya besar lain yang tayang sepanjang musim panas. ‘Hope’ hanya bersaing dengan film animasi ‘Minions & Monsters’ di hari yang sama. Sementara ‘Spider-Man: Brand New Day’ baru tayang dua pekan kemudian, memberi ‘Hope’ start awal di puncak musim nonton.
Ulasan awal dari pemutaran pers di Seoul pekan lalu positif, terutama untuk adegan aksi. Efek makhluk asing yang sempat dikritik di Festival Cannes disebut telah diperbaiki dalam proses pasca-produksi tambahan.
Pasar film Korea sendiri mulai pulih. Pendapatan box office kuartal pertama mencapai 73,2% dari rata-rata sebelum pandemi, tertinggi sejak 2020. Film lokal mendorong kenaikan 81,7% pendapatan semester pertama dibanding tahun lalu, dengan megahit ‘The King’s Warden’ yang menjual 16,9 juta tiket.
Bagi Plus M, ‘Hope’ bukan sekadar film—ia adalah jangkar di tengah badai. Akankah film ini mampu mengulang sukses ‘The King’s Warden’ dan menyelamatkan distributor yang terpuruk? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan.



