Bintang MLB Bersatu Tolak Gaji Maksimum: Skenes, Soto, Harper Peringatkan Risiko Lockout 2027
Baca dalam 60 detik
- Paul Skenes, Juan Soto, dan Bryce Harper menolak usulan batas gaji MLB yang dinilai membatasi pendapatan pemain dan berpotensi memicu konflik buruh.
- MLB mengusulkan batas pengeluaran $245,3 juta pada 2027, jauh di bawah gaji bintang seperti Soto ($765 juta) dan Trout ($426,5 juta), memicu kekhawatiran penghentian musim.
- Negosiasi kontrak lima tahun berakhir 1 Desember, dengan lockout diperkirakan terjadi; keputusan krusial menanti pada akhir Februari atau awal Maret 2027.

Paul Skenes, Juan Soto, dan Bryce Harper, tiga bintang Major League Baseball (MLB), kompak menolak usulan pemilik klub untuk menerapkan batas gaji (salary cap) dalam perundingan kontrak kerja baru. Mereka menilai langkah itu akan membatasi pendapatan pemain dan berpotensi memicu penghentian musim 2027, mengulangi trauma lockout yang pernah melumpuhkan liga pada 1994-1995.
Skenes, pelempar Pittsburgh Pirates yang juga anggota komite negosiasi delapan orang serikat pemain, mengatakan kedua pihak memiliki garis merah yang tidak akan dilewati. โApakah itu berujung pada kehilangan pertandingan atau satu musim penuh, kita lihat saja,โ ujarnya di sela All-Star Game di Philadelphia, Senin (14/7). Pernyataan itu mencerminkan ketegangan yang meningkat menjelang berakhirnya kontrak lima tahun pada 1 Desember mendatang.
MLB diperkirakan akan segera melakukan lockout setelah kontrak habis. Namun, tenggat yang lebih kritis jatuh pada akhir Februari atau awal Maret 2027, ketika liga harus memutuskan apakah akan menunda pembukaan musim. Komisaris MLB Rob Manfred beralasan batas gaji diperlukan untuk mengurangi kesenjangan pengeluaran antarklub. Usulan itu menjadi yang pertama sejak serikat pemain menggagalkan rencana serupa melalui mogok kerja selama 7,5 bulan pada 1994-1995 yang menyebabkan pembatalan World Series untuk pertama kalinya sejak 1904.
Di bawah usulan MLB, pemain seperti Soto yang baru menandatangani kontrak rekor $765 juta bersama New York Mets pada 2024, hanya akan mendapat maksimal $265 juta selama enam tahun. โYa, itu menyebalkan. Seharusnya tidak ada,โ kata Soto. Mike Trout, pemain luar Los Angeles Angels dengan kontrak $426,5 juta selama 12 tahun, menilai usulan itu bertujuan memangkas masa kontrak dan nilai total. โBisbol sedang dalam posisi bagus sekarang, kita tidak boleh mengacaukannya,โ ujarnya.
Bryce Harper, yang meneken kontrak $330 juta selama 13 tahun bersama Philadelphia Phillies, menegaskan serikat pemain tidak akan pernah menyetujui batas gaji. โKesempatan pemain untuk dibayar adalah inti dari semua ini,โ katanya, merujuk pada warisan perjuangan serikat sejak Curt Flood menyatukan pemain pada 1970-an. Harper juga menentang usulan MLB yang melarang pemain menandatangani kontrak sebelum usia 20 tahun, dengan alasan pemain sekolah menengah atas yang berbakat seperti Jackson Holliday seharusnya diberi kesempatan.
Negosiasi yang dimulai pada Mei lalu dijadwalkan berlanjut setelah All-Star break. Serikat pemain meminta perluasan hak agen bebas dan arbitrase gaji, serta hampir menggandakan upah minimum liga utama. Skenes, yang saat ini bergaji $1,085,000 dan berpotensi menjadi agen bebas setelah musim 2029, bisa mengalami penurunan drastis tawaran kontrak di bawah sistem baru. โMLB menyajikan tawaran dunia ideal mereka, kami juga. Masih banyak waktu sebelum ada pergerakan nyata,โ katanya.
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, konflik ini mengingatkan pada dinamika negosiasi kontrak di liga olahraga global. Meski MLB tidak sepopuler sepak bola di Tanah Air, keputusan soal batas gaji bisa memengaruhi pola investasi pemilik klub dan daya tarik liga bagi sponsor Asia. Pertanyaan besarnya: akankah kedua pihak mencapai kompromi sebelum tenggat, atau sejarah kelam 1994 akan terulang?



