TNI AL Siapkan Pangkalan Lampung untuk Sandarkan Kapal Induk Hibah Italia
Baca dalam 60 detik
- Pangkalan TNI AL di Lampung tengah dibenahi untuk menjadi home base kapal induk Giuseppe Garibaldi yang diperoleh melalui hibah dari Italia.
- Sebanyak 30 prajurit TNI AL telah menjalani pelatihan di Italia dan akan menerapkan konsep joint crew saat penyeberangan kapal ke Indonesia.
- Kapal induk seberat 13.850 ton itu dijadwalkan tiba tahun ini dan akan menjalani peremajaan di galangan dalam negeri sebelum resmi dioperasikan.

TNI Angkatan Laut memastikan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung menjadi salah satu lokasi utama yang disiapkan untuk bersandarnya kapal induk Giuseppe Garibaldi, aset pertahanan maritim yang diperoleh Indonesia melalui skema hibah dari Italia. Langkah ini menandai babak baru dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL, sekaligus menuntut kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia yang matang.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas di Lanal Lampung terus dikebut. โLampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodir Garibaldi. Pembangunan fasilitas terus berjalan, sehingga harapannya sebelum Garibaldi tiba di Indonesia seluruh fasilitas sudah siap dan terdukung,โ ujarnya, Selasa (14/7). Selain Lampung, beberapa pangkalan lain juga tengah dikaji untuk mendukung operasional kapal induk tersebut.
Tak hanya infrastruktur, aspek personel juga menjadi perhatian serius. Saat ini, puluhan kru Garibaldi dari TNI AL telah berada di Italia untuk mengikuti pelatihan intensif. Mereka akan menguasai sistem navigasi, pengoperasian pesawat, serta prosedur keselamatan di kapal induk. Proses penyeberangan Garibaldi dari Italia ke Indonesia akan menggunakan konsep joint crew, di mana personel TNI AL dan Angkatan Laut Italia bekerja sama mengawaki kapal selama pelayaran. Setelah tiba di Indonesia, serah terima penuh akan dilakukan hingga seluruh pengawakan dipegang oleh prajurit TNI AL.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya memastikan bahwa Garibaldi akan tiba di Indonesia pada tahun ini. Kapal induk yang mulai bertugas di Angkatan Laut Italia pada 1985 ini akan menjalani proses revitalisasi di galangan kapal dalam negeri sebelum resmi dioperasikan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional. Kehadiran Garibaldi diyakini akan memperkuat deterensi maritim Indonesia, terutama dalam menjaga kedaulatan di wilayah perairan strategis seperti Laut Natuna Utara dan Selat Malaka.
Di sisi lain, pengadaan kapal induk bekas ini juga memicu diskusi mengenai kesiapan alutsista pendukung, seperti pesawat tempur yang akan dioperasikan dari dek kapal. Saat ini, TNI AL belum memiliki pesawat tempur tetap sayap tetap (fixed-wing) yang mampu lepas landas dan mendarat di kapal induk. Namun, pemerintah disebut tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara untuk pengadaan pesawat tempur yang kompatibel. Pertanyaannya, mampukah Indonesia mengintegrasikan kapal induk ini ke dalam doktrin pertahanan yang sudah ada tanpa membebani anggaran secara berlebihan?



