India Hancurkan Inggris di Lord's: Kekalahan Terburuk Kedua dalam Sejarah
Baca dalam 60 detik
- India memukul telak Inggris dengan selisih 270 run pada satu-satunya pertandingan Test wanita di Lord's, menuntaskan kemenangan sebelum makan siang hari keempat.
- Kekalahan ini menjadi yang terbesar kedua bagi Inggris dalam format Test, hanya kalah dari defisit 347 run saat melawan India di kandang lawan pada 2023.
- Sophie Ecclestone menjadi satu-satunya pemain Inggris yang bersinar dengan lima wicket di inning pertama dan setengah abad di inning kedua, namun tak mampu membendung dominasi India.

India memastikan kemenangan telak 270 run atas Inggris dalam satu-satunya pertandingan Test wanita di Lord's, menuntaskan perlawanan tuan rumah sebelum makan siang pada hari keempat. Kekalahan ini menjadi yang terberat kedua bagi Inggris dalam sejarah Test kriket wanita, hanya kalah dari defisit 347 run saat melawan tim yang sama di India pada 2023.
Memulai hari dengan skor 130-6 dan membutuhkan 328 run untuk menang, Inggris kehilangan harapan saat Amy Jones, yang bertahan semalam, tertangkap di mid-wicket setelah mencetak 54 run. Dengan pitch yang mulai berputar, para pemain spin India mengepung pemukul Inggris dan menyapu bersih sisa pemain, menjatuhkan mereka hanya dengan 186 run.
Off-spinner Sneh Rana menjadi bintang India dengan 4-42, sementara Deepti Sharma menyumbang dua wicket dengan melempar Issy Wong dan Lauren Bell. Satu-satunya perlawanan berarti datang dari Sophie Ecclestone, yang mencetak setengah abad internasional pertamanya dari 61 bola setelah sebelumnya meraih lima wicket pada hari ketiga. Namun, ia akhirnya tumbang oleh lemparan indah Rana untuk 50 run, memicu selebrasi meriah tim India.
Kekalahan ini menjadi akhir yang mengecewakan bagi karier mantan kapten Heather Knight dan pemukul Tammy Beaumont, yang keduanya gagal di inning kedua Inggris sehari sebelumnya. Keduanya telah mengumumkan pensiun dari kriket internasional setelah pertandingan ini, menandai berakhirnya era bagi tim Inggris.
Bagi Indonesia, dominasi India dalam kriket wanita menunjukkan kesenjangan yang semakin lebar antara negara-negara kaya tradisi kriket dengan negara berkembang. Meski kriket belum populer di Indonesia, prestasi India bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga ini di Asia Tenggara, terutama dalam hal pembinaan pemain wanita dan investasi infrastruktur.
Pelatih Inggris mengakui timnya kurang disiplin dan adaptif, terutama dalam menghadapi kondisi lapangan yang berputar. "Kami tidak bisa membaca bola dengan baik, dan India memanfaatkan setiap kesalahan," ujar seorang analis kriket. Sementara itu, kapten India memuji kerja keras timnya, terutama para pemain spin yang tampil konsisten sepanjang pertandingan.
Setelah kekalahan ini, Inggris akan fokus pada turnamen The Hundred yang dimulai 21 Juli, dilanjutkan dengan seri bola putih melawan Irlandia pada September. Tanpa Knight dan Beaumont, tim Inggris memasuki masa transisi yang penuh tantangan. Pertanyaannya, mampukah mereka bangkit dan bersaing di level tertinggi, atau justru semakin tertinggal dari India dan Australia?



