Joe Dean Lolos ke The Open 2025: Dari Sopir Delivery ke Major Ketiga
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Sheffield Joe Dean merebut tiket terakhir The Open 2025 melalui Last Chance Qualifier, mengalahkan 11 pesaing lainnya.
- Dean sempat bekerja sebagai sopir pengiriman Morrisons sebelum kembali ke DP World Tour, menunjukkan perjuangan panjangnya.
- Turnamen ini diprediksi memecahkan rekor kehadiran penonton di Royal Birkdale, dengan lebih dari 300.000 penggemar diharapkan hadir.

Joe Dean, pegolf asal Sheffield, memastikan tempatnya di The Open Championship ke-154 setelah memenangi Last Chance Qualifier yang digelar perdana di Royal Birkdale, Senin (14/7/2025). Dengan skor dua-under 68, ia unggul satu pukulan dari 11 pesaing lainnya dan menjadi pemain ke-156 yang lolos ke major tertua di dunia golf itu.
Perjalanan Dean menuju turnamen ini jauh dari kata mudah. Sempat menjadi sopir pengiriman untuk Morrisons, ia nyaris kehilangan karier profesionalnya setelah gagal bersaing di level tertinggi. Namun, finis sebagai runner-up di Kenya Open 2024 membawanya kembali ke DP World Tour, dan dua finis di 10 besar dalam tiga start terakhir menunjukkan kebangkitannya. Kini, ia akan bermain bersama juara The Open 2016 Henrik Stenson dan bintang Amerika Max Homa di dua putaran pertama.
"Ini sungguh tidak nyata. Melihat bagaimana permainan saya bertahan dan bermain dengan beberapa idola saya sejak kecil adalah hal yang luar biasa," ujar Dean, yang peringkat dunianya saat ini berada di posisi 268.
Last Chance Qualifier sendiri merupakan format baru yang digagas R&A untuk mengisi slot terakhir. Dua belas pegolf yang nyaris lolos melalui jalur konvensional—termasuk peringkat tertinggi yang belum terkualifikasi, runner-up Kejuaraan Amatir, dan mereka yang kalah tipis di kualifikasi final—bersaing dalam 18 lubang. Pemenangnya langsung mendapatkan tiket ke The Open. Acara ini juga bagian dari upaya R&A meningkatkan pengalaman penonton, bersamaan dengan Heroes Classic yang digelar Selasa.
Antusiasme penonton terbukti tinggi. Ribuan penggemar memadati lapangan sejak pukul 7.30 pagi, tertarik terutama oleh grup terakhir yang berisi YouTuber populer Wesley Bryan. Bersama kakaknya yang juga caddy, George, Bryan bersaudara mendapat sambutan meriah seperti yang biasa diberikan kepada Rory McIlroy atau Tommy Fleetwood. Cuaca cerah dan kehadiran bintang media sosial menambah daya tarik kompetisi ini.
Bagi Dean, momen ini menjadi puncak perjuangan panjang. Ia mengaku sempat kesulitan mencari akomodasi di Southport karena semua hotel penuh. "Beruntung kami dapat kamar tadi malam, tapi di tempat lain sudah penuh. Mungkin saya bisa tidur di mobil jika perlu," candanya. Jika berhasil melewati cut, hadiah uangnya mungkin akan digunakan untuk pernikahannya dengan caddy Emily, yang dijadwalkan pada Selasa pekan depan.
Dengan rekor kehadiran 300.000 orang yang ditargetkan, The Open 2025 di Royal Birkdale tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga panggung bagi kisah inspiratif seperti Dean. Mampukah ia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengubah hidupnya?



