Sam Neill Meninggal Dunia di Usia 78: Kenangan Sang Pria Lembut dari Jurassic Park
Baca dalam 60 detik
- Aktor Sam Neill meninggal mendadak di Sydney pada usia 78 tahun, memicu gelombang penghormatan dari rekan sejawat.
- Richard E. Grant, Alan Cumming, dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese termasuk yang memberikan penghormatan.
- Warisan Neill sebagai aktor yang rendah hati dan profesional akan dikenang, terutama di Australia dan Selandia Baru.

Dunia perfilman internasional berduka. Sam Neill, aktor yang dikenal luas lewat perannya sebagai Dr. Alan Grant dalam waralaba Jurassic Park, meninggal dunia pada Senin (13/7) di sebuah rumah sakit di Sydney, Australia. Ia menghembuskan napas terakhir pada usia 78 tahun secara mendadak dan tak terduga, demikian pernyataan resmi keluarga yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya.
Kepergian Neill sontak memicu banjir penghormatan dari rekan-rekan sesama aktor dan sineas. Aktor Richard E. Grant menjadi salah satu yang pertama menyampaikan rasa duka. Dalam unggahan Instagram, Grant mengenang pertemanan mereka selama tiga dekade, termasuk saat bekerja sama dalam film Palm Beach (2018). “Seorang perwira dan pria sejati dalam arti yang sesungguhnya,” tulis Grant. Ia juga berterima kasih atas bimbingan Neill yang membantunya melewati masa sulit, yang diduga merujuk pada kepergian sang istri, Joan, pada 2021. Grant mengakhiri pesannya dengan kalimat, “Berlayarlah, Tuan yang baik hati.”
Aktor Alan Cumming turut berduka melalui kolom komentar di Instagram Neill. “Ahhh Sam, pria yang luar biasa indah. Engkau akan dirindukan. Turut berduka cita yang sebesar-besarnya untuk keluarga,” tulisnya. Sementara itu, sutradara Colin Trevorrow, yang mengarahkan Neill dalam Jurassic World: Dominion (2022), mengenang aktor tersebut sebagai pribadi yang penuh jiwa dan keindahan. “Saya akan mengingat ketenangannya, kecintaannya pada anggur, dan ketenangan yang ia bawa pada karakternya,” ujar Trevorrow.
Tak hanya dari kalangan Hollywood, penghormatan juga datang dari panggung politik. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese melalui platform X menyebut Neill sebagai bagian dari cerita-cerita Australia yang dicintai. “Sam berjuang melawan penyakit dengan martabat, humor, dan keyakinan yang sama seperti yang ia berikan pada setiap perannya. Ia akan sangat dirindukan dan dikenang selamanya,” tulis Albanese. Neill, yang lahir di Irlandia Utara dan besar di Selandia Baru, memang dianggap sebagai figur yang dekat dengan hati masyarakat Australia.
Sutradara Phillip Noyce, yang mengarahkan Neill dalam film thriller Dead Calm (1989) bersama Nicole Kidman, memberikan perspektif lain. Dalam wawancara dengan The Guardian, Noyce menyebut Neill sebagai aktor paling gentleman yang pernah ditemuinya. “Dia tenang dan tulus di tengah dunia hiburan yang penuh ego gila. Kata-katanya adalah kontraknya,” ujar Noyce. Menariknya, Noyce mengaku bahwa Neill secara tidak langsung bertanggung jawab atas karier panjangnya di Hollywood. Saat ada rumor bahwa George Miller diam-diam menyutradarai Dead Calm, Neill meyakinkan produser Amerika Mace Neufeld bahwa Noyce-lah sutradara sebenarnya. Kepercayaan itu membuat Neufeld kemudian menunjuk Noyce untuk menyutradarai Harrison Ford dalam Patriot Games.
Bagi penonton Indonesia, nama Sam Neill mungkin identik dengan Jurassic Park yang tayang di bioskop tanah air pada era 1990-an. Film tersebut menjadi salah satu tontonan ikonik yang memperkenalkan teknologi CGI kepada publik. Kepergian Neill meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi generasi yang tumbuh dengan petualangan dinosaurus di layar lebar. Pertanyaannya kini, bagaimana industri perfilman akan mengenang aktor yang disebut sebagai “pria sejati” ini? Satu hal yang pasti, warisannya akan terus hidup melalui karya-karyanya yang abadi.



