Juventus Genjot Regenerasi: Rekrut Ekhator €18 Juta, Lepas Daffara ke Parma
Baca dalam 60 detik
- Juventus menggelontorkan €18 juta untuk mendatangkan penyerang muda Italia Jeff Ekhator dari Genoa, sekaligus melepas kiper Giovanni Daffara ke Parma senilai €6 juta.
- Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi skuad setelah gagal lolos ke Liga Champions 2025/26, dengan target jangka pendek meraih gelar Liga Europa.
- Ekhator, yang sudah debut di timnas senior Italia, diproyeksikan menjadi andalan baru di lini depan Bianconeri menggantikan Dusan Vlahovic yang hengkang.

Juventus kembali menunjukkan agresivitasnya di bursa transfer dengan mengamankan dua kesepakatan penting di penghujung Juni. Klub asal Turin itu resmi mendatangkan penyerang muda berbakat Jeff Ekhator dari Genoa dengan nilai transfer €18 juta, sekaligus melepas kiper Giovanni Daffara ke Parma seharga €6 juta. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Bianconeri tengah membangun ulang skuad setelah gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Kedua pemain tersebut baru saja mendapatkan panggilan perdana ke timnas senior Italia di bawah asuhan pelatih sementara Silvio Baldini. Ekhator, yang baru berusia 19 tahun, bahkan langsung dipercaya menjadi starter saat melawan Yunani. Meski Daffara belum menjalani debut internasionalnya, kepindahannya ke Parma diyakini akan memberikan menit bermain yang lebih banyak bagi kiper 21 tahun itu.
Ekhator sendiri bukanlah wajah baru di Serie A. Dalam 57 penampilannya bersama Genoa, ia berhasil mencetak lima gol dan menunjukkan fleksibilitas dengan mampu bermain di berbagai posisi di lini depan, mulai dari sayap kanan, kiri, hingga penyerang tengah. Kini, tugas mengoptimalkan potensi sang pemain ada di tangan pelatih Juventus, Luciano Spalletti.
Pujian tinggi datang dari pelatih Genoa, Daniele De Rossi, yang pernah menjadi anak asuh Spalletti di Roma. Pada April lalu, De Rossi menyebut Ekhator sebagai pemain yang sedang tumbuh di depan mata dan akhirnya berlatih seperti seorang juara sejati. Menurutnya, secara fisik Ekhator memiliki kekuatan mentah, kelincahan luar biasa, dan daya ledak yang eksplosif. “Akan menjadi kesalahan serius jika pelatih atau klub menyia-nyiakan potensi sebesar itu,” ujar De Rossi. Ia menambahkan bahwa Ekhator hanya perlu konsistensi dan disiplin taktik bertahan yang lebih kuat untuk menjadi pemain bernilai puluhan juta euro dalam beberapa tahun ke depan.
Kepergian Dusan Vlahovic sebagai agen bebas pada 30 Juni membuat Juventus masih memburu tambahan amunisi di lini depan. Target utama yang santer diberitakan adalah Randal Kolo Muani, penyerang PSG yang sedang tersisih. Kolo Muani sempat dipinjamkan ke Tottenham dengan hasil mengecewakan, namun ia memiliki kenangan manis bersama Juventus setelah mencetak 10 gol dalam 22 penampilan pada musim 2024/25. Direktur Juventus, Giovanni Carnevali, mengakui bahwa negosiasi dengan PSG tidak mudah, tetapi pihaknya memiliki gambaran jelas tentang arah yang ingin dituju.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Juventus ini menarik untuk dicermati. Klub raksasa Italia itu tidak hanya berinvestasi pada pemain muda lokal, tetapi juga menunjukkan bahwa regenerasi bisa dilakukan tanpa harus bergantung pada pembelian mahal dari luar negeri. Jika Ekhator sukses berkembang di bawah asuhan Spalletti, ia bisa menjadi contoh bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa pembinaan pemain muda adalah kunci keberlanjutan prestasi. Pertanyaannya, akankah Kolo Muani benar-benar kembali ke Turin, atau justru muncul kejutan lain di bursa transfer?



