Bergomi Dukung Penuh Maldini sebagai Direktur Teknis Italia: 'Dia Pilihan Terbaik'
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini resmi menjabat direktur teknis FIGC, mendapat dukungan penuh dari legenda Inter Beppe Bergomi.
- Bergomi menyatakan siap membantu jika diminta, meski mengakui Maldini adalah sosok paling tepat untuk membangun ulang sepak bola Italia.
- Maldini dan asisten Leonardo akan fokus pada pembinaan usia muda, dengan target memanfaatkan generasi emas 2007 dan 2010.

Legenda Inter Milan Beppe Bergomi memberikan dukungan penuh terhadap penunjukan Paolo Maldini sebagai direktur teknis Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Bergomi menilai mantan kapten AC Milan itu adalah pilihan terbaik untuk memulihkan kejayaan Azzurri yang tiga kali berturut-turut gagal di Piala Dunia.
Dalam wawancara mendalam dengan La Repubblica, Bergomi mengaku bangga namanya masuk dalam daftar kandidat sebelum Maldini menerima tawaran tersebut. “Saya senang berada dalam daftar itu. Tapi Maldini adalah pilihan terbaik, jauh di atas yang lain,” ujarnya. Bergomi menekankan pengalaman Maldini sebagai direktur di level tinggi, nilai-nilai yang dimiliki, serta kompetensinya sebagai faktor pembeda.
Maldini, yang baru dilantik oleh Presiden FIGC Giovanni Malagò, mendapat mandat untuk merombak total sistem pembinaan pemain muda Italia. Ia akan dibantu oleh mantan rekan setimnya di Milan, Leonardo, yang pernah menjabat direktur PSG. Bergomi menyebut duet ini sebagai kombinasi ideal: “Maldini praktis, Leonardo pemimpi. Campuran yang menarik.”
Bergomi, yang kini menjadi komentator Sky, menegaskan kesediaannya untuk membantu meski bukan sebagai direktur teknis. “Jika Paolo menelepon, saya akan mendengarkan. Saya suka menjadi komentator, tapi jersey Italia telah mewarnai karier saya. Jika bisa membantu, saya tidak akan mundur,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya keseragaman filosofi di semua kelompok umur, seperti yang diterapkan Spanyol.
Soal calon pelatih kepala, Bergomi memberikan pandangannya terhadap tiga nama utama: Roberto Mancini, Antonio Conte, dan Pep Guardiola. Mancini dinilai sempurna karena visi dan kemampuannya menemukan bakat. Conte dianggap jago membangun tim dalam waktu singkat. Sementara Guardiola, meski dianggap “genius sepak bola”, disebut Bergomi sebagai tantangan menarik. “Dengan Maldini di kubu Anda, Anda punya kekuatan untuk bicara dengan Pep. Bisa dicoba,” ujarnya.
Bergomi juga melontarkan nama alternatif: Cesc Fabregas, yang kini melatih Como. Ia menilai Fabregas piawai mengembangkan pemain muda, namun sayangnya tidak tersedia saat ini. Pertanyaan besarnya: akankah Maldini dan Leonardo mampu membangun kembali kejayaan Italia, atau justru terjebak dalam pusaran politik sepak bola Negeri Pizza?



