Aston Villa Garap Dua Gelandang Sekaligus: Manzambi Hampir Tuntas, Mount Jadi Target Berikutnya
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa sukses membajak Johan Manzambi dari Newcastle United dan telah mencapai kesepakatan verbal dengan pemain SC Freiburg tersebut.
- Klub asal Birmingham itu kini mengincar Mason Mount dari Manchester United untuk memperkuat lini tengah, meski menghadapi kendala biaya transfer dan gaji.
- Kedatangan Mount dinilai penting mengingat kontrak Ross Barkley yang hampir habis, serta kebutuhan Villa akan gelandang serang setelah Tielemans lebih dekat ke MU.

Aston Villa tidak main-main dalam bursa transfer musim panas ini. Setelah sukses membajak Johan Manzambi dari pelukan Newcastle United, klub asuhan Unai Emery kini mengarahkan radar ke Old Trafford untuk mengamankan jasa Mason Mount. Langkah ini menjadi prioritas setelah kabar bahwa Manchester United semakin dekat dengan Youri Tielemans, yang membuat Villa harus bergerak cepat mencari alternatif di lini tengah.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Villa telah melakukan kontak resmi dengan Manchester United terkait kemungkinan transfer Mount. Namun, negosiasi diprediksi tidak akan mudah. Manajer MU, Michael Carrick, dikabarkan masih sangat mengagumi kemampuan gelandang berusia 27 tahun itu dan enggan melepasnya. Selain itu, gaji Mount yang mencapai ยฃ150.000 per pekan menjadi tantangan tersendiri, mengingat tidak ada pemain Villa saat ini yang menerima nominal sebesar itu.
Di sisi lain, Villa baru saja menyelesaikan proses transfer Manzambi. Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa kesepakatan verbal telah tercapai, dan pemain asal Swiss itu bahkan terlihat berkomunikasi dengan kiper Villa, Emiliano Martinez, usai negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2026. Manzambi menjadi rekrutan kedua Villa setelah sebelumnya mereka juga mendatangkan pemain lain. Namun, kebutuhan akan gelandang baru semakin mendesak setelah Tielemans memilih bergabung dengan MU.
Jika dibandingkan dengan Ross Barkley yang kontraknya akan habis musim depan, Mount dinilai lebih solid secara defensif. Data menunjukkan bahwa Mount unggul dalam hal recoveries dan tekel per 90 menit. Namun, dari segi serangan, Barkley masih sedikit lebih produktif. Meski begitu, usia Mount yang lebih muda (27 tahun) dan pengalamannya di level internasional menjadi nilai tambah. BBC Sport bahkan pernah menjulukinya sebagai pemain yang "luar biasa".
Kendala utama yang dihadapi Villa adalah biaya transfer yang kemungkinan besar masih tinggi, mengingat MU membayar mahal untuk Mount dua tahun lalu. Belum lagi masalah gaji yang bisa mengganggu struktur upah tim. Namun, dengan kebutuhan mendesak di lini tengah, terutama setelah Tielemans memilih ke MU, Villa tampaknya akan berusaha keras untuk merekrut Mount. Pertanyaannya, apakah MU bersedia melepas pemain yang kerap diganggu cedera dalam dua musim terakhir? Mount hanya tampil 54 kali di Premier League sejak pindah ke Old Trafford, menimbulkan keraguan akan kebugarannya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Villa di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Jika Mount benar-benar pindah, persaingan di Premier League musim depan akan semakin sengit. Villa yang musim lalu tampil impresif di bawah Emery, kini berusaha membangun skuad yang lebih dalam untuk bersaing di kompetisi Eropa. Apakah langkah ini cukup untuk membawa Villa ke level berikutnya? Atau justru akan menjadi bumerang jika Mount kembali cedera? Waktu yang akan menjawab.



