Farhan Kembali Berkantor Usai Dirawat Akibat Maag dan Vertigo
Baca dalam 60 detik
- Wali Kota Bandung M Farhan sempat dilarikan ke rumah sakit karena infeksi pencernaan yang memicu maag dan vertigo.
- Setelah dua hari perawatan intensif, Farhan kini kembali menjalankan tugas di Balai Kota Bandung.
- Kondisi kesehatannya masih dipantau dokter, sehingga aktivitasnya dibatasi di sekitar pendopo.

Wali Kota Bandung, M Farhan, kembali menjalankan aktivitas kedinasan di Balai Kota pada Jumat (13/7) setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans akibat kondisi kesehatan yang menurun drastis. Insiden itu terjadi pada akhir pekan lalu, ketika Farhan tiba-tiba mengalami pusing hebat hingga tak mampu berjalan dan harus digotong oleh stafnya.
Dalam pernyataannya, Farhan mengungkapkan bahwa dirinya menjalani perawatan intensif selama dua hari di rumah sakit. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya infeksi pada saluran pencernaan yang kemudian memicu serangan maag akut. Maag tersebut, lanjutnya, memicu vertigoโsensasi pusing berputar yang membuatnya tak bisa beraktivitas. "Bola mata bergerak terus, jadi terasa berputar-putar. Terpaksa saya digotong," ujar politikus Partai NasDem itu.
Vertigo yang dialami Farhan bukanlah kasus ringan. Kondisi ini membuat pasien merasa lingkungan di sekitarnya berputar, sering disertai mual dan kehilangan keseimbangan. Dalam kasus Farhan, serangan vertigo begitu parah hingga ia tak mampu berdiri sendiri. Meski demikian, setelah menjalani pengobatan dan istirahat total, kondisinya berangsur pulih.
Menariknya, selama masa pemulihan, Farhan mengaku mengisi waktu dengan menonton siaran Piala Dunia 2026 di televisi nasional. Ia mendukung tim Norwegia yang diperkuat Erling Haaland, namun harus menerima kenyataan pahit karena tim tersebut kalah dari Inggris pada akhir pekan lalu. "Hanjakal (sayang) Norwegia eleh (kalah) ya," tuturnya dalam logat Sunda khas.
Meski sudah kembali ke meja kerja, Farhan mengakui bahwa proses pemulihannya belum sepenuhnya tuntas. Dokter masih memantau perkembangannya dan memberikan arahan agar ia tidak melakukan aktivitas berat atau bepergian jauh dari pendopo. "Kegiatan saya belum boleh jauh-jauh dari pendopo," kata Farhan, menegaskan bahwa ia tetap harus berhati-hati.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah padatnya agenda seorang kepala daerah. Beban kerja yang tinggi, jadwal yang ketat, serta tekanan publik kerap menjadi pemicu gangguan kesehatan seperti yang dialami Farhan. Ke depannya, publik akan mengawasi apakah Farhan mampu menjaga stamina agar pelayanan kepada warga Bandung tetap optimal tanpa mengorbankan kesehatannya.



