Moana Live-Action Gagal Berlayar Kencang: Debut Box Office Jauh dari Ekspektasi
Baca dalam 60 detik
- Moana versi live-action meraup US$95 juta secara global di akhir pekan perdana, jauh di bawah perolehan pendahulunya yang animasi.
- Dengan biaya produksi US$250 juta dan rating kritik 34% di Rotten Tomatoes, film ini dinilai sebagai remake shot-for-shot yang kurang inovatif.
- Persaingan ketat di segmen keluarga, terutama dari Toy Story 5 dan Minions & Monsters, turut membatasi potensi box office Moana.

Disney kembali menuai hasil pahit dari strategi live-action remake-nya. Moana, yang dibintangi Dwayne Johnson dan Catherine Lagaʻaia, hanya mengumpulkan US$95 juta di seluruh dunia pada akhir pekan debutnya—jauh dari ekspektasi setelah pendahulunya yang animasi meraup lebih dari US$1 miliar.
Film yang dirilis pada 12 Juli 2025 ini menempati posisi pertama di box office Amerika Utara dengan pendapatan US$43 juta, namun angka tersebut terbilang rendah mengingat biaya produksinya yang mencapai US$250 juta. Secara internasional, Moana menambah US$52 juta dari 50 pasar, menjadikannya salah satu debut terlemah untuk waralaba sebesar ini.
Kritikus menilai Moana versi live-action sebagai remake shot-for-shot yang kurang berani, dengan skor hanya 34% di Rotten Tomatoes. Meski demikian, penonton memberikan respons lebih hangat: 63% menyatakan akan merekomendasikan film ini, sementara 78% orang tua memberikan rekomendasi serupa. CinemaScore A- juga menunjukkan kepuasan penonton umum.
Disney sebenarnya memiliki sejarah panjang dengan live-action remake. Beberapa judul seperti The Lion King dan Beauty and the Beast sukses besar dengan pendapatan di atas US$1 miliar. Namun, kegagalan Snow White tahun lalu yang hanya meraup US$205 juta menjadi peringatan. Moana kini mengikuti jejak serupa, dengan debut yang hampir identik dengan Snow White (US$42,2 juta di domestik).
Analis pasar Paul Dergarabedian dari Rentrak menyebut persaingan ketat di segmen PG sebagai faktor utama. "Keluarga suka menonton film, tapi sekarang ada tiga pilihan sekaligus," ujarnya. Toy Story 5 yang sudah empat pekan tayang masih kuat dengan total global US$879,1 juta, sementara Minions & Monsters bertahan di posisi kedua dengan US$20,5 juta akhir pekan ini.
Fenomena ini menarik dicermati dari perspektif Indonesia. Pasar film keluarga di Tanah Air juga semakin ramai, dengan film animasi lokal dan internasional bersaing ketat. Moana sendiri memiliki basis penggemar kuat di Indonesia berkat karakter dan musiknya yang ikonik. Namun, jika tren live-action remake terus mengecewakan, Disney mungkin perlu memikirkan ulang strategi adaptasi mereka—terutama di pasar Asia yang sensitif terhadap orisinalitas.
Sementara itu, film horor R-rated Evil Dead Burn debut di posisi keempat dengan US$13,7 juta, jauh di bawah pendahulunya. Di sisi lain, film biopik Michael secara resmi menembus US$1 miliar secara global, menjadikannya film kedua tahun ini yang mencapai angka tersebut setelah The Super Mario Galaxy Movie.
Box office domestik AS sepanjang 2025 tercatat hampir US$5,2 miliar, naik 10,7% dibanding tahun lalu. Namun, Juli menghadapi tekanan akibat sejumlah film yang kurang berhasil, termasuk Supergirl. Dergarabedian memperkirakan pemulihan akan datang dengan perilisan The Odyssey karya Christopher Nolan dan Spider-Man: Brand New Day pada pekan mendatang. "Mereka bisa mendorong Agustus lebih kuat dari Juli, yang akan sangat tidak biasa," katanya.
Pertanyaan besarnya: apakah Moana live-action akan bertahan di box office seperti Minions & Monsters yang turun hanya 45% di pekan kedua, atau justru tenggelam seperti Snow White? Jawabannya akan menentukan apakah Disney perlu mengubah haluan dalam meremajakan klasik animasinya.



