18 Anak Kobra Keluar dari Lubang Lantai Rumah di Demak Usai Disiram Bensin
Baca dalam 60 detik
- Petugas Damkar mengevakuasi 18 ekor anak ular kobra dari lubang lantai rumah warga di Demak setelah menyiramkan bensin ke sarang.
- Indukan ular kobra belum ditemukan, petugas masih menunggu laporan warga untuk melakukan penanganan lanjutan.
- Seorang petugas tergigit anak kobra namun tidak mengalami luka serius karena bisa tidak masuk ke dalam tubuh.

Sebanyak 18 ekor anak ular kobra berhasil dievakuasi dari lubang lantai kayu sebuah rumah di Dukuh Karangturi, Desa Bogosari, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, setelah petugas pemadam kebakaran menyiramkan bensin ke dalam sarang. Peristiwa yang berlangsung pada Sabtu (11/7) ini bermula dari laporan pemilik rumah yang menemukan seekor ular dewasa di dalam rumahnya.
Kepala Bidang Linmas Damkar Satpol PP Kabupaten Demak, Endra Toga Perdana, menjelaskan bahwa rumah tersebut memiliki lantai papan kayu yang tidak langsung menyentuh tanah, sehingga terdapat celah di bawahnya. "Lantainya papan kayu, ada lubang halus ke bawah. Kami pastikan itu bukan lubang yuyu, melainkan sarang ular," ujarnya. Setelah menganalisis lubang tersebut, petugas memutuskan untuk menuangkan bensin ke dalamnya. Seketika, belasan anak ular kobra berhamburan keluar.
Proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam. Namun, petugas belum berhasil menemukan indukan ular yang diduga masih berada di dalam sarang. "Indukannya belum keluar. Kami tidak bisa langsung membongkar lantai karena harus memastikan keamanan. Makanya kami tuang bensin dulu," tambah Toga. Pihak Damkar akan kembali melakukan pencarian jika pemilik rumah melaporkan kemunculan indukan tersebut. Sementara itu, 18 anak ular yang berhasil diamankan kini ditempatkan di Pos Damkar Karangawen.
Dalam proses evakuasi, salah seorang petugas sempat digigit oleh anak ular kobra. Beruntung, gigitan tersebut tidak menyebabkan luka serius karena bisa tidak masuk ke dalam tubuh. "Ada yang tergigit, tapi tidak fatal. Seperti dicucuk saja, bisanya tidak masuk," ungkap Toga. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap satwa liar yang mungkin bersarang di lingkungan pemukiman, terutama di daerah dengan konstruksi rumah yang memungkinkan akses hewan.
Fenomena munculnya ular kobra di pemukiman warga di Demak bukanlah yang pertama kali. Wilayah dengan banyak lahan terbuka dan rumah panggung sering menjadi lokasi favorit ular untuk bersarang. Masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada petugas jika menemukan ular atau sarangnya, dan tidak melakukan tindakan sendiri yang dapat membahayakan. Ke depan, perlu ada sosialisasi lebih lanjut mengenai cara mengamankan rumah dari potensi masuknya satwa liar, terutama di musim tertentu saat ular lebih aktif mencari tempat berlindung.



