Pramono Anung Targetkan Normalisasi Kali Ciliwung Rampung 2027, Pembebasan Lahn Tanpa Calo
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI menargetkan normalisasi Kali Ciliwung selesai pada 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Jakarta.
- Pembebasan lahan di segmen Cawang sudah mencapai 62 dari 170 bangunan, tanpa melibatkan perantara.
- Anggaran Rp300 miliar disiapkan untuk pembebasan lahan di tiga sungai, dengan posko pengaduan untuk transparansi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan proyek normalisasi Kali Ciliwung terus dikebut dengan target rampung pada 2027, bertepatan dengan perayaan HUT ke-500 Jakarta. Langkah ini diambil untuk mengatasi banjir yang kerap melanda ibu kota, khususnya di wilayah Jakarta Timur.
Proyek yang sempat terhenti lama ini kini kembali bergulir dengan fokus pada segmen Cawang, meliputi Kelurahan Rawajati, Pangadegan, Cawang, dan Cililitan. Pramono mengungkapkan bahwa dari total 170 bidang bangunan yang harus dibebaskan, 62 di antaranya sudah selesai. Sisanya, sekitar 108 bangunan, ditargetkan rampung pada akhir 2026. "Alhamdulillah sudah selesai 62 bangunan. Tetapi akhir tahun ini akan selesai sampai dengan target yang ada," ujarnya saat meninjau lokasi, Jumat (10/7) pekan lalu.
Yang membedakan proyek kali ini adalah komitmen untuk memotong rantai perantara atau calo dalam proses pembebasan lahan. Pramono menegaskan bahwa semua transaksi ganti rugi dilakukan langsung antara pemilik lahan dan pemerintah. Untuk memastikan tidak ada penyimpangan, Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) mendirikan posko pengaduan di lokasi. "Sehingga masyarakat yang administrasinya kurang, selama ini kan ada penghubung, sekarang mereka langsung datang ke posko dan dibantu sepenuhnya oleh BPN dan Pemprov DKI," jelas Pramono.
Kepala Dinas SDA Ika Agustin Ningrum menambahkan bahwa anggaran Rp300 miliar telah disiapkan untuk pembebasan lahan di tiga sungai: Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama. Saat ini, penetapan lokasi (penlok) telah terbit untuk empat kelurahan, sementara 10 lokasi lainnya masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampung sungai saat curah hujan tinggi, sehingga mengurangi risiko banjir di Jakarta.
Bagi warga Jakarta, normalisasi ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran akan banjir musiman. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam menyelesaikan pembebasan lahan yang melibatkan warga di dua RT, yaitu RT 15 dan RT 02 di Kelurahan Cawang. Pramono optimistis target 2027 dapat tercapai, namun efektivitas proyek juga bergantung pada kelanjutan normalisasi di Kali Krukut dan Cakung Lama yang ditargetkan selesai pada 2029. Pertanyaan besarnya: bisakah Jakarta terbebas dari banjir tepat saat merayakan setengah milenium?



