Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon, Kalahkan Zverev dalam Lima Set
Baca dalam 60 detik
- Jannik Sinner sukses mempertahankan gelar juara Wimbledon 2026 setelah mengalahkan Alexander Zverev dengan skor 6-7, 7-6, 6-3, 6-4.
- Kemenangan ini menjadi gelar Grand Slam kelima bagi petenis Italia tersebut dan memperkuat dominasinya di puncak peringkat dunia.
- Sinner menunjukkan ketahanan mental dan fisik luar biasa setelah melewati masa sulit pasca-kekalahan di Prancis Terbuka.

Jannik Sinner kembali membuktikan statusnya sebagai petenis nomor satu dunia setelah berhasil mempertahankan gelar juara Wimbledon untuk kedua kalinya secara beruntun, Minggu (14/7). Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit selama 3 jam 46 menit di Centre Court, Sinner menaklukkan unggulan kedua asal Jerman, Alexander Zverev, dengan skor 6-7 (7-9), 7-6 (7-2), 6-3, 6-4.
Pertarungan dua petenis papan atas ini menyajikan kualitas tenis tingkat tinggi yang memukau penonton, termasuk kehadiran Pangeran dan Putri Wales serta bintang Hollywood Nicole Kidman dan Ben Stiller. Zverev, yang baru saja meraih gelar Grand Slam pertamanya di Prancis Terbuka sebulan lalu, tampil percaya diri dan agresif. Namun, Sinner secara perlahan mengambil alih kendali pertandingan dan menunjukkan mengapa ia layak menyandang status petenis terbaik dunia.
Kemenangan ini menjadi gelar Grand Slam kelima bagi Sinner dan yang pertama di tahun 2026. Ia juga menjadi petenis pria ke-10 yang berhasil mempertahankan gelar Wimbledon sejak era Open dimulai pada 1968. Catatan impresif lainnya, Sinner kini telah memenangkan 10 pertandingan beruntun melawan Zverev.
Perjalanan Sinner menuju gelar ini tidaklah mudah. Setelah mengalami kekalahan mengejutkan di babak kedua Prancis Terbuka, ia memutuskan untuk tidak mengikuti turnamen pemanasan menjelang Wimbledon. Keputusan untuk beristirahat secara fisik dan mental, serta mencari solusi atas masalahnya saat bermain di cuaca panas, terbukti tepat. Sinner sempat menunjukkan kerentanan di awal turnamen saat harus melalui lima set melawan Miomir Kecmanovic, namun performanya terus meningkat seiring berjalannya kompetisi.
Di semifinal, Sinner tampil gemilang dengan mengalahkan Novak Djokovic, dan pada final ia kembali menunjukkan performa terbaiknya. Pelayanan servisnya yang solid membatasi Zverev hanya pada satu break point, sementara pertahanan baseline yang kuat dan penyelesaian klinis di dua set terakhir menjadi kunci kemenangan. Zverev sendiri, meskipun kalah, akan naik ke peringkat dua dunia pada Senin menggantikan Carlos Alcaraz yang cedera.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, kemenangan Sinner menegaskan dominasi generasi baru dalam tenis pria. Persaingan antara Sinner dan Alcaraz diprediksi akan terus mewarnai turnamen-turnamen besar ke depan. Sinner sendiri mengaku lega dan bangga bisa mempertahankan gelar, terutama setelah melewati masa-masa sulit pasca-Prancis Terbuka. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi ini dan menambah koleksi gelar Grand Slam di sisa musim ini?



