Newcastle Incar Marmoush: Rekrutan Mahal City yang Terpinggirkan
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United membuka negosiasi dengan Manchester City untuk merekrut Omar Marmoush, striker senilai £60 juta yang jarang dimainkan.
- Dana segar dari penjualan Sandro Tonali (£100 juta) memungkinkan The Magpies bergerak di bursa transfer musim panas ini.
- Marmoush, yang pernah dipuji Pep Guardiola sebagai 'luar biasa', diharapkan menjadi solusi lini depan Newcastle yang tumpul.

Newcastle United dikabarkan telah mengadakan pembicaraan dengan Manchester City terkait transfer Omar Marmoush, striker Mesir yang dibanderol £60 juta namun minim menit bermain di Etihad. Langkah ini menjadi bagian dari perombakan besar skuad The Magpies di bursa musim panas, setelah kepergian sejumlah pilar utama.
Menurut laporan TEAMtalk, Newcastle tengah gencar memperkuat lini serang setelah penampilan mengecewakan Yoana Wissa dan Nick Woltemade musim lalu. Wissa hanya mencetak satu gol Premier League sepanjang debutnya di St James' Park, sementara Woltemade mengalami paceklik gol selama 17 pertandingan. Situasi ini membuat manajer Eddie Howe membutuhkan sosok haus gol seperti Marmoush.
Marmoush, 27 tahun, bergabung dengan City dari Eintracht Frankfurt pada Januari lalu dengan nilai transfer £60 juta. Namun, di bawah asuhan Pep Guardiola, ia kesulitan menembus tim utama dan hanya mencatatkan 16 gol serta enam assist dalam 61 penampilan. Guardiola sendiri sempat memuji pemain berusia 27 tahun itu saat awal kedatangannya: “Ketika dia tiba musim lalu, dia luar biasa; tanpa dia, kami tidak mungkin lolos ke Liga Champions atau final Piala FA.”
Newcastle memiliki modal berlebih setelah melepas Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur dengan nilai £100 juta. Kepergian gelandang Italia itu, ditambah transfer Anthony Gordon ke Barcelona, memberi ruang gerak finansial yang lebar. Meski belum ada angka pasti yang diminta City, klub asal Manchester diperkirakan ingin menutup kerugian dari investasi awal mereka.
Marmoush dikenal sebagai pemain serba bisa. Ia bisa bermain di kedua sisi sayap, meski Guardiola lebih melihatnya sebagai striker murni. “Dia pemain spesial; tidak tua, tidak muda, tapi masih bisa berkembang. Dia punya insting gol, dinamika, dan energi yang bagus. Saya melihatnya lebih sebagai striker, bukan winger sejati,” ujar Guardiola pada Januari lalu. Fleksibilitas ini bisa menjadi nilai tambah bagi Howe yang kerap merotasi formasi.
Jika transfer ini terwujud, Marmoush berpotensi menjadi ujung tombak utama Newcastle. Catatan impresifnya di Bundesliga—37 gol dan 20 assist dalam 67 laga—menunjukkan bahwa ia bisa produktif jika mendapat kepercayaan penuh. Apalagi, ia memiliki rekor apik saat berhadapan dengan Newcastle: tujuh gol dalam 16 pertemuan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik untuk diikuti. Klub Liga Premier Inggris kerap menjadi barometer bagi penggemar Tanah Air yang mengikuti bursa transfer. Kehadiran pemain sekaliber Marmoush di St James' Park bisa meningkatkan daya saing Newcastle di papan atas, sekaligus menambah warna persaingan Premier League musim depan.
Pertanyaan besarnya: akankah City rela melepas Marmoush dengan harga diskon, atau justru mempertahankannya sebagai pelapis di tengah jadwal padat? Keputusan ini akan menentukan apakah Newcastle mendapatkan striker yang mereka idamkan atau harus mencari opsi lain.



