Yokozuna Onosato Tumbang di Hari Pertama Turnamen Sumo Nagoya
Baca dalam 60 detik
- Onosato, yang baru kembali dari cedera bahu kiri, kalah dari Yoshinofuji yang kini unggul 4-0 dalam rekor head-to-head.
- Hoshoryu dan Kirishima menunjukkan performa solid, dengan Kirishima berpeluang naik pangkat jadi yokozuna jika konsisten.
- Kotozakura dalam ancaman degradasi, butuh minimal delapan kemenangan untuk mempertahankan status ozeki.

Yokozuna Onosato harus menelan kekalahan mengecewakan di hari pembukaan Turnamen Sumo Nagoya, Minggu (12/7), setelah kalah cepat dari komusubi Yoshinofuji di hadapan para pendukung yang terkejut di IG Arena.
Onosato, yang absen di sebagian besar dua turnamen sebelumnya karena cedera bahu kiri, sempat unggul dalam bentrokan awal, namun kemudian melakukan percobaan tarik-banting yang berakhir sia-sia. Yoshinofuji dengan mudah mendorongnya keluar ring, memperpanjang dominasinya atas sang yokozuna. Ini adalah kemenangan keempat Yoshinofuji dalam empat pertemuan mereka di divisi makuuchi, menjadikannya lawan yang sulit bagi Onosato.
Sementara itu, Hoshoryu, yang juga baru kembali setelah cedera hamstring pada hari pertama turnamen musim panas di Mei, tampil tanpa keraguan. Ia bertahan dari serangan awal komusubi Oho sebelum mendorong maju dan menang dengan teknik dorong-banting pegangan paha. Kemenangan ini menjadi awal yang positif bagi Hoshoryu yang ingin membuktikan diri setelah absen panjang.
Perhatian juga tertuju pada ozeki Kirishima, yang tampil meyakinkan dengan mengalahkan Fujinokawa. Dengan rekor 12-3 di turnamen sebelumnya, Kirishima disebut-sebut berpeluang naik pangkat menjadi yokozuna jika mampu tampil konsisten dan meraih gelar juara di Nagoya. Gaya bertarungnya yang agresif membuat lawan kesulitan mengimbangi.
Di sisi lain, Kotozakura yang terancam degradasi (kadoban ozeki) berhasil meraih kemenangan penting atas Takanosho. Dengan dorongan kuat dari lawan, Kotozakura tidak mundur dan akhirnya menjatuhkan Takanosho dengan pukulan tangan kiri. Ia membutuhkan setidaknya delapan kemenangan dari 15 pertandingan untuk mempertahankan status ozeki. Sebelum turnamen, ia memenangkan tur eksibisi Asosiasi Sumo Jepang di Paris pada Juni lalu.
Kembalinya Aonishiki ke jalur ozeki juga patut disorot. Pegulat asal Ukraina itu hanya butuh beberapa detik untuk mengalahkan Hiradoumi, dengan teknik lemparan lengan kiri yang mematikan. Setelah rekor buruk di Maret dan absen di Mei karena cedera pergelangan kaki kiri, Aonishiki turun ke sekiwake. Namun, jika ia mampu meraih 10 kemenangan atau lebih di Nagoya, ia bisa langsung kembali ke pangkat ozeki.
Dari sisi Indonesia, meski tidak ada pegulat asal Tanah Air yang berlaga, turnamen sumo tetap menarik perhatian karena popularitas olahraga ini di kalangan penggemar bela diri tradisional. Prestasi pegulat non-Jepang seperti Kirishima (Mongolia) dan Aonishiki (Ukraina) menunjukkan bahwa sumo semakin mendunia, membuka peluang bagi atlet dari negara lain, termasuk Indonesia, untuk suatu hari berkiprah di panggung tertinggi.
Dengan absennya Wakatakakage, pemenang turnamen musim panas, karena cedera kompartemen pada paha, persaingan gelar juara semakin terbuka. Pertanyaan besarnya: akankah Kirishima mampu memanfaatkan peluang emas ini untuk menjadi yokozuna, atau justru Onosato dan Hoshoryu yang akan bangkit? Jawabannya akan terjawab dalam 15 hari ke depan.



