Bianglala Pasar Malam di Deliserdang Macet, 30 Orang Terjebak di Ketinggian
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 30 pengunjung pasar malam di Deliserdang, Sumut, terjebak di bianglala setelah mesin mengalami korsleting listrik, Sabtu malam.
- Proses evakuasi berlangsung hampir dua jam dengan bantuan skylift dari Damkar Medan; seluruh korban selamat tanpa luka serius.
- Insiden ini menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan wahana hiburan rakyat yang kerap abai terhadap standar teknis.

Sebanyak 30 orang—termasuk 14 anak-anak—terpaksa bertahan di ketinggian puluhan meter setelah wahana bianglala di sebuah pasar malam di Deliserdang, Sumatera Utara, tiba-tiba berhenti beroperasi akibat korsleting listrik, Sabtu (11/7) malam.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.48 WIB di Jalan Beo Raya, Desa Laut Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan, ini sontak menghebohkan pengunjung yang tengah menikmati akhir pekan. Tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Deliserdang langsung diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan warga.
Komandan Tim Rescue C, Sudarso Roy Simatupang, mengatakan evakuasi memakan waktu lebih dari satu jam karena petugas harus memastikan setiap korban turun dengan selamat menggunakan mobil skylift bantuan dari Damkar Kota Medan dan tim PSC 119 Deliserdang. Proses evakuasi baru tuntas pada pukul 00.15 WIB, Minggu (12/7) dini hari.
“Setelah menerima informasi, tim langsung menyiapkan peralatan dan personel, kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi,” ujar Sudarso. Ia menambahkan bahwa seluruh korban berhasil diturunkan dalam kondisi selamat dan mendapatkan pemeriksaan awal dari petugas medis di tempat.
Insiden ini kembali membuka mata publik akan lemahnya pengawasan terhadap wahana hiburan rakyat yang kerap beroperasi tanpa sertifikasi kelayakan berkala. Di Indonesia, banyak pasar malam dan taman hiburan keliling yang tidak memiliki standar keselamatan ketat, sehingga risiko kecelakaan seperti korsleting listrik atau kerusakan mekanis masih tinggi. Pengelola pasar malam di Deliserdang belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Kejadian serupa sebelumnya pernah terjadi di sejumlah daerah, seperti bianglala roboh di Jawa Barat dan wahana putar macet di Jawa Timur. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan regulasi keselamatan wahana bermain. Meski korban kali ini selamat, potensi tragedi yang lebih besar tetap mengintai jika pengawasan tidak diperketat.
Pasca-evakuasi, situasi di lokasi dilaporkan kembali kondusif. Namun, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hiburan murah bagi masyarakat kelas menengah ke bawah sekalipun harus dijamin keamanannya. Akankah insiden Deliserdang menjadi titik balik bagi perbaikan standar keselamatan wahana hiburan rakyat di Indonesia?



