Rabiot Bertemu Ibu-Agen di AS: Masa Depan di Milan atau Ikuti Allegri ke Napoli?
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Prancis Adrien Rabiot menggelar pertemuan dengan agennya, Veronique, di Amerika Serikat untuk membahas opsi karier musim depan.
- Napoli dan pelatih Massimiliano Allegri dikabarkan ingin memboyong Rabiot, yang kontraknya di Milan masih tersisa dua tahun.
- Keputusan final baru akan diambil setelah Piala Dunia 2026, dengan Milan berusaha mempertahankan pemain andalannya.

Adrien Rabiot, gelandang tim nasional Prancis yang tengah bersiap menghadapi Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026, menyempatkan diri bertemu dengan ibunya yang juga merangkap agen, Veronique, di Amerika Serikat. Pertemuan itu menjadi sinyal bahwa masa depan pemain berusia 31 tahun di AC Milan belum sepenuhnya aman, terutama setelah munculnya minat dari Napoli yang kini ditangani mantan pelatihnya, Massimiliano Allegri.
Rabiot masih terikat kontrak dengan Milan hingga 2028, namun performa klub yang gagal lolos ke Liga Champions musim lalu memicu spekulasi. Allegri, yang membawa Rabiot dari Marseille ke San Siro, kini menukangi Napoli dan dikabarkan ingin kembali bekerja sama dengan pemain yang pernah ia latih di Juventus. Kedekatan keduanya menjadi faktor yang tak bisa diabaikan dalam dinamika transfer musim panas ini.
Di sisi lain, Milan di bawah pelatih baru Ruben Amorim enggan melepas Rabiot. Statistik menunjukkan kontribusinya cukup signifikan: lima gol dan enam assist di Serie A musim 2025-26 menjadikannya salah satu pemain paling konsisten di lini tengah Rossoneri. Amorim pun disebut ingin menjadikan Rabiot sebagai pilar proyeknya.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Rabiot saat ini tidak berniat hengkang. Ia sadar masih memiliki dua tahun kontrak dengan nilai ekonomis yang menguntungkan. Namun, situasi bisa berubah jika Napoli benar-benar bergerak dengan proposal yang menarik, baik untuk pemain maupun klub. Pertemuan dengan ibunya di AS menjadi langkah awal untuk memetakan skenario yang mungkin terjadi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Rabiot menarik dicermati karena menunjukkan bagaimana hubungan personal antara pemain dan pelatih bisa memengaruhi keputusan transfer. Allegri, yang sukses di Juventus, kini mencoba membangun Napoli dengan pemain-pemain yang ia percaya. Sementara itu, Milan harus berhati-hati agar tidak kehilangan aset berharga di tengah persaingan Serie A yang semakin ketat.
Keputusan final diperkirakan baru akan diumumkan setelah Rabiot menyelesaikan tugasnya di Piala Dunia. Jika Prancis mampu menjuarai turnamen, nilai tawar Rabiot tentu akan semakin tinggi. Pertanyaannya, apakah Milan akan bertahan dengan pendiriannya atau justru memanfaatkan momen untuk mendapatkan keuntungan finansial?



