Zaniolo Absen Latihan Udinese: Sengketa Gaji Belum Tuntas, Masa Depan di Ujung Tanduk
Baca dalam 60 detik
- Nicolo Zaniolo mangkir dari sesi latihan pramusim Udinese dengan menunjukkan surat keterangan dokter, di tengah ketidakpuasan terhadap kontrak barunya.
- Gaji pemain yang sempat dipotong drastis dari €3 juta menjadi €1,2 juta per tahun saat dipinjamkan, kini menjadi sumber konflik setelah opsi pembelian diaktifkan.
- Udinese dan agen Zaniolo masih berseberangan soal kenaikan gaji; jika tak ada titik temu, pemain berpotensi hengkang di bursa transfer musim panas ini.

Nicolo Zaniolo kembali menjadi sorotan di Serie A setelah pemain berusia 25 tahun itu absen dari latihan pramusim Udinese dengan alasan medis. Namun di balik surat keterangan dokter yang disodorkannya, spekulasi soal sengketa gaji yang belum rampung justru menjadi perhatian utama. Jika tak segera menemui kata sepakat, pemain yang musim lalu menjadi andalan lini depan Bianconeri itu bisa saja hengkang sebelum jendela transfer ditutup.
Zaniolo bergabung dengan Udinese pada musim panas 2025 dengan status pinjaman dari Galatasaray. Klub asal Friuli itu kemudian mengaktifkan opsi pembelian sebesar €5 juta, menjadikannya pemain permanen. Namun, di balik kesepakatan transfer tersebut, tersimpan masalah personal yang kini meletup. Agen Zaniolo mengungkapkan bahwa kliennya terpaksa menerima pemotongan gaji drastis—dari €3 juta per tahun di Galatasaray menjadi hanya €1,2 juta—demi menyelesaikan transfer di menit-menit akhir bursa.
Masalahnya, menurut sang agen, Udinese berjanji akan meninjau ulang kontrak begitu opsi pembelian diaktifkan. Namun hingga kini, pembahasan tersebut tak kunjung terwujud. Zaniolo disebut merasa 'sangat kecewa' karena gajinya saat ini dinilai tidak lagi mencerminkan kontribusinya di lapangan. Musim lalu ia tampil dalam 30 pertandingan di semua kompetisi, mencetak 8 gol dan 4 assist—catatan yang membuatnya layak mendapat apresiasi finansial lebih.
Laporan dari Corriere dello Sport menyebutkan bahwa sebenarnya telah ada kesepakatan lisan untuk menaikkan gaji Zaniolo menjadi €1,8 juta per musim. Namun, hingga pekan ini, kesepakatan tertulis belum juga direalisasikan. Situasi ini membuat pihak pemain mulai membuka opsi hengkang. Beberapa klub Serie A dan luar negeri dikabarkan memantau perkembangan kasus ini, siap menampung jika Udinese gagal mempertahankannya.
Bagi Udinese, kehilangan Zaniolo di saat persiapan musim baru bisa menjadi pukulan telak. Pemain berpostur 190 cm itu menjadi salah satu motor serangan tim asuhan Kosta Runjaić. Jika sengketa berlarut, bukan tidak mungkin Zaniolo akan memaksakan diri pindah—baik dengan mekanisme transfer maupun pemutusan kontrak sepihak. Di sisi lain, Galatasaray yang masih memegang 50% hak penjualan juga akan diuntungkan jika sang pemain dijual dengan harga lebih tinggi.
Kasus Zaniolo menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola modern, kesepakatan lisan seringkali rapuh. Udinese kini berada di persimpangan: menaikkan gaji sesuai ekspektasi pemain, atau kehilangan aset berharga dengan harga murah. Pertanyaan besarnya, akankah Zaniolo kembali berlatih dengan hati yang tenang, atau justru meninggalkan Udinese dengan rasa pahit?



