Prabowo Sindir Cak Imin: Dulu Lawan, Kini Satu Pemerintahan
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo mengomentari perubahan sikap politik Muhaimin Iskandar yang sempat berseberangan, kini bergabung dalam kabinet.
- Pernyataan itu disampaikan dalam acara Hari Koperasi Nasional, menekankan pentingnya rekonsiliasi pasca-kontestasi.
- Prabowo menegaskan persaingan politik adalah hal biasa dan semua pihak harus bersatu demi kepentingan bangsa.

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyindir dinamika politik Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, yang sempat menjadi lawan di kontestasi Pemilu 2024, namun kini duduk bersama dalam barisan pemerintahan. Sindiran itu disampaikan dalam sambutan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7).
Dalam pidatonya, Prabowo mengawali dengan menekankan bahwa persaingan dalam demokrasi adalah hal lumrah. Ia menganalogikan pertandingan sepak bola yang memiliki dua kubu, satu menang dan satu kalah, namun wasit tidak boleh menjadi sasaran amarah. "Bersaing itu baik. Pertandingan itu baik. Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin? Ya, persaingan itu biasa," ujarnya.
Prabowo kemudian mencontohkan hubungannya dengan Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin. Ia mengungkapkan bahwa Cak Imin sempat berada di pihaknya, lalu berpisah, dan kini kembali bersama. "Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya. Tapi enggak ada masalah, karena dalam hati beliau, beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia," kata Prabowo.
Kini, Cak Imin menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam kabinet Prabowo. Prabowo menegaskan tidak ada dendam politik, dan semua pihak harus mampu bekerja sama setelah kontestasi usai. "Sekarang beliau bersama saya untuk Indonesia. Siapa lagi dulu yang ngalahin aku? Harus pakai kacamata ini saya ini. Tidak ada masalah," katanya dengan nada ringan.
Prabowo menekankan bahwa setelah persaingan politik, semua elemen bangsa harus bersatu. "Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa, kita ini satu keluarga. Buktikanlah bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia," ujarnya.
Pernyataan ini menjadi sorotan karena mencerminkan dinamika koalisi pemerintahan yang kerap berubah. Pengamat politik menilai bahwa sikap Prabowo menunjukkan kedewasaan politik dan upaya merangkul semua kekuatan. Namun, di sisi lain, sindiran tersebut juga bisa dibaca sebagai pengingat bagi para politisi untuk konsisten dalam berpolitik.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah rekonsiliasi politik seperti ini akan menjadi model bagi elite lainnya, atau justru menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap konsistensi sikap partai. Yang jelas, pernyataan Prabowo menegaskan bahwa dalam politik, musuh hari ini bisa menjadi kawan besok.



