Dinas Pendidikan Selangor Buka Suara soal Perundungan Viral di Rawang: Tak Ada yang Dilindungi
Baca dalam 60 detik
- Dinas Pendidikan Selangor memastikan investigasi kasus perundungan di sekolah Rawang berjalan transparan dan tanpa proteksi terhadap pelaku.
- Video kekerasan yang viral memicu keprihatinan publik, mendorong otoritas pendidikan dan kepolisian untuk bertindak cepat.
- Kasus ini menjadi pengingat bagi Indonesia untuk memperkuat pengawasan dan sanksi terhadap perundungan di lingkungan sekolah.

Dinas Pendidikan Negeri Selangor, Malaysia, menyatakan tidak akan melindungi siapa pun yang terlibat dalam insiden perundungan yang melibatkan sejumlah siswa sekolah menengah di Rawang. Pernyataan tegas itu disampaikan menyusul beredarnya rekaman kekerasan di media sosial yang memicu kemarahan warganet.
Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan, Dinas Pendidikan Selangor menegaskan bahwa proses investigasi tengah berjalan dan pihaknya berkoordinasi penuh dengan kepolisian. โKami menanggapi serius video yang beredar mengenai perilaku tidak terpuji siswa di sebuah sekolah di Rawang. Perkara ini sedang ditangani polisi. Kami tidak akan berkompromi terhadap segala bentuk pelanggaran yang dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan siswa,โ demikian bunyi pernyataan tersebut.
Langkah cepat otoritas pendidikan Malaysia ini menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus perundungan yang kerap kali luput dari pengawasan. Publik pun didorong untuk menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Kasus perundungan di Rawang ini menjadi pengingat bahwa kekerasan di lingkungan sekolah masih menjadi masalah serius di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di dalam negeri, kasus serupa kerap muncul dan sering kali penyelesaiannya tidak tuntas. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat masih banyak laporan perundungan yang tidak ditindaklanjuti secara tegas oleh pihak sekolah maupun dinas pendidikan setempat.
Menurut pengamat pendidikan, respons cepat seperti yang dilakukan Selangor patut dicontoh. โKetegasan untuk tidak melindungi pelaku adalah kunci. Jika ada impunitas, perundungan akan terus terjadi. Indonesia perlu belajar dari langkah Malaysia yang langsung melibatkan polisi dan memastikan proses hukum berjalan,โ ujar seorang analis kebijakan pendidikan.
Ke depan, kasus Rawang diharapkan mendorong evaluasi sistem pengawasan di sekolah-sekolah Indonesia. Apakah sekolah-sekolah di Indonesia siap menjamin keamanan siswa dari perundungan? Atau akankah kasus serupa terus berulang tanpa penyelesaian berarti?



