Tri Tito Karnavian Dorong Kader PKK Selaraskan Program dengan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Baca dalam 60 detik
- Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian meminta pengurus dan kader memperkuat 10 program pokok PKK yang selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden.
- Jaringan 6,36 juta kader PKK di seluruh Indonesia dinilai sebagai modal sosial strategis untuk mempercepat program prioritas pemerintah.
- PKK menandatangani nota kesepahaman dengan sembilan kementerian dan lembaga, serta mencatatkan rekor MURI melalui pemberian suplemen mikro gizi kepada 54 ribu ibu hamil.

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tri Tito Karnavian menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan kader untuk menguatkan implementasi 10 program pokok PKK yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Langkah ini dinilai krusial dalam menyongsong target Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Tri saat membuka Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7). Acara bertema "Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045" ini menjadi momentum untuk menegaskan komitmen PKK sebagai mitra strategis pemerintah.
Menurut Tri, PKK memiliki landasan hukum yang kuat melalui Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020. Regulasi tersebut mengamanatkan penyusunan Rencana Induk dan Rencana Strategis PKK 2025-2029 yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Tri menekankan pentingnya koordinasi antara TP PKK daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) agar program-program PKK terintegrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran, ia memastikan gerakan PKK tetap konsisten mendukung program prioritas nasional.
"Keberhasilan program PKK tidak hanya berdampak pada keluarga dan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah," ujar Tri dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama, TP PKK melaporkan sejumlah pencapaian selama rangkaian HKG ke-54. Salah satu yang menonjol adalah aksi pemberian suplemen mikro gizi (MMS) kepada ibu hamil secara massal yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Inisiatif ini melibatkan 54 ribu peserta di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Tri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader, kelompok Dasawisma, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, serta mitra kerja yang telah mendukung gerakan PKK. Ia menegaskan bahwa PKK akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera.
Ke depan, tantangan utama PKK adalah memastikan 10 program pokok tidak hanya menjadi dokumen, tetapi terimplementasi di tingkat akar rumput. Dengan jaringan kader yang mencapai lebih dari 6 juta orang, PKK memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Pertanyaannya, sejauh mana sinergi dengan pemerintah daerah dan pusat dapat dioptimalkan di tengah keterbatasan anggaran?



