Harry Kane Samai Rekor Wayne Rooney, Satu Langkah Lagi Menuju Legenda Inggris
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Bayern Munich itu kini mengoleksi 120 caps, menyamai pencapaian Wayne Rooney sebagai pemain lapangan dengan penampilan terbanyak untuk Timnas Inggris.
- Jika tampil di semifinal melawan Argentina pada 15 Juli, Kane akan memecahkan rekor Rooney dan mendekati rekor absolut Peter Shilton (125 caps).
- Kane telah mencetak enam gol di Piala Dunia 2026, termasuk dua brace, dan total 85 gol untuk Inggris, menegaskan statusnya sebagai andalan utama tim.

Harry Kane resmi menjadi pemain lapangan dengan caps terbanyak sepanjang sejarah Timnas Inggris setelah tampil dalam kemenangan dramatis 2-1 atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026. Penampilan ke-120 tersebut menyamai rekor Wayne Rooney yang pensiun dari tim nasional pada 2018.
Kane, yang kini membela Bayern Munich, mencetak gol penalti pada babak perpanjangan waktu untuk mengamankan tiket semifinal. Jika ia kembali dimainkan saat menghadapi Argentina pada 15 Juli mendatang, ia akan melampaui Rooney dan hanya berjarak empat caps dari rekor mutlak milik kiper legendaris Peter Shilton (125 caps).
Perjalanan Kane di turnamen ini terbilang gemilang. Ia mencetak dua gol saat Inggris mengalahkan Kroasia 4-2 di laga perdana, kemudian menambah satu gol ke gawang Panama. Dua brace lainnya ia bukukan saat melawan Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar, dan satu gol penalti ke gawang Meksiko di babak 16 besar. Total enam gol telah ia lesakkan, menjadikannya kandidat kuat sepatu emas turnamen.
Pujian mengalir deras untuk Kane. Wayne Rooney sendiri menyebutnya sebagai "superstar Inggris" dan "pahlawan bagi kami". Mantan bek Manchester City, Micah Richards, menambahkan bahwa pelatih Thomas Tuchel telah membangun tim di sekeliling Kane karena ia adalah "superstar sejati" yang selalu tampil saat dibutuhkan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pencapaian Kane menjadi pengingat akan pentingnya konsistensi dan ketajaman di level tertinggi. Meski tidak ada pemain Indonesia yang mendekati rekor semacam ini, kisah Kane bisa menjadi inspirasi bagi pesepak bola muda Tanah Air untuk terus mengembangkan kemampuan dan dedikasi. Selain itu, performa impresif Kane di Piala Dunia 2026 juga menarik perhatian karena turnamen ini digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, yang berarti jam tayang lebih bersahabat bagi penonton Indonesia dibandingkan Piala Dunia di Eropa.
Dengan satu langkah lagi menuju final, Kane tidak hanya memburu gelar juara dunia, tetapi juga tempat abadi dalam sejarah sepak bola Inggris. Akankah ia mampu memimpin The Three Lions meraih trofi pertamanya sejak 1966? Atau justru Argentina yang akan menghentikan lajunya? Semua akan terjawab di semifinal nanti.



