Comeback McGregor Berakhir Bencana: Cedera Lutut dalam 69 Detik
Baca dalam 60 detik
- Conor McGregor hanya bertahan 69 detik di UFC 329 sebelum cedera lutut memaksa pertarungan dihentikan.
- Kekalahan ini memperpanjang tren buruk McGregor yang hanya menang sekali sejak 2016, sekaligus memicu perdebatan soal masa depannya di oktagon.
- Max Holloway, yang naik kelas welter, kini berpeluang besar menantang gelar juara atau menggelar trilogi melawan McGregor.

Conor McGregor kembali ke oktagon setelah absen lebih dari tiga tahun, tetapi momen yang dinanti jutaan penggemar itu berakhir dalam waktu kurang dari semenit. Petarung asal Irlandia itu harus menyerah akibat cedera lutut saat menghadapi Max Holloway di UFC 329, Minggu (15/6) waktu setempat, membuat pertarungan utama di T-Mobile Arena Las Vegas berakhir antiklimaks.
Pertarungan baru berjalan 69 detik ketika McGregor melancarkan dua tendangan tinggi yang meleset. Pada upaya kedua, lutut kirinya tampak terkilir hingga ia jatuh ke kanvas. Meski sempat bangkit, langkahnya limbung dan wasit Mike Beltran memutuskan menghentikan pertarungan. Ini adalah kekalahan ketujuh dalam karier McGregor dan keempat dalam lima pertarungan terakhirnya. Sejak 2016, ia hanya mencatat satu kemenangan.
Bagi Holloway, kemenangan ini menjadi penebusan atas kekalahan dari McGregor pada 2013. Petarung asal Hawaii itu naik ke kelas welter untuk pertama kalinya dan berhasil memanfaatkan situasi. "Kalian beruntung karena akan ada Holloway versus McGregor jilid tiga," ujar Holloway seusai pertarungan. "Saya akan duduk dengan UFC. Kita harus mengulangnya sekali lagi."
Cedera ini menambah panjang daftar masalah McGregor di luar oktagon. Pada November 2024, ia kalah dalam gugatan perdata atas tuduhan pemerkosaan yang diajukan Nikita Hand. Sebelumnya, ia menjalani larangan 18 bulan karena tiga kali melewatkan tes doping pada 2024. Meski demikian, UFC tetap percaya diri bahwa nama McGregor masih mampu menarik perhatian dan menghasilkan uang. Namun, kekalahan instan ini memunculkan kembali pertanyaan: apakah McGregor masih layak menjadi bintang utama?
Di sisi lain, Holloway justru semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu petarung terbaik. Kemenangan atas Justin Gaethje di UFC 300 yang disebut "KO abad ini" oleh komentator Joe Rogan menjadi bukti. Namun, kemenangan kali ini terasa kurang memuaskan karena cedera lawan. Holloway sendiri masih belum teruji di kelas welter, dan langkah selanjutnya menjadi teka-teki. Jika turun ke kelas ringan, ia berpeluang menantang Gaethje yang kini menjadi juara. Jika bertahan di welter, pintu trilogi dengan McGregor masih terbuka, meski berisiko karena masa depan McGregor belum jelas.
Pertanyaan besar kini menggantung: akankah McGregor kembali lagi? Usianya 37 tahun, dengan rentetan cedera dan kontroversi. Sementara Holloway, yang baru berusia 33 tahun, berada di puncak karier. Bagi penggemar MMA Indonesia, pertarungan ini menjadi pengingat bahwa di olahraga ini, segalanya bisa berubah dalam sekejapโโdan comeback besar tak selalu berakhir manis.



