Buron Kasus Gagal Bayar Asuransi Hidup Mewah di AS, Interpol dan Korban Terus Berburu
Baca dalam 60 detik
- Evelina Pietruschka, mantan bos Wanaartha Life yang masuk daftar buron Interpol, diduga tinggal di Beverly Hills dengan properti bernilai miliaran rupiah.
- Polri berkoordinasi dengan FBI dan ICE untuk mengejar Evelina, namun hambatan hukum dan dana besar yang dimiliki buruh mempersulit proses ekstradisi.
- Di sisi lain, Michael Steven dari Kresna Life ditangkap dalam kasus TPPU, namun PT Quantum Clovera Investama memastikan operasional perusahaan tetap normal.

Enam tahun setelah kasus gagal bayar Wanaartha Life mengguncang industri asuransi nasional, mantan petingginya, Evelina F. Pietruschka, masih menjadi buruan Interpol. Ia diduga tengah menikmati kehidupan mewah di Beverly Hills, California, sementara ribuan nasabah di Indonesia masih menanti keadilan.
Evelina, yang pernah menjabat Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dan Sekretaris Jenderal ASEAN Insurance Council, masuk dalam daftar pencarian Polri sejak 2019. Menurut Sekretaris NCB Interpol Indonesia Untung Widyatmoko, upaya pengejaran terus dilakukan, termasuk koordinasi dengan U.S. Department of Homeland Security, ICE, dan FBI. Namun, para buruh kasus ekonomi ini kerap memanfaatkan kekayaan mereka untuk menyewa pengacara dan mengajukan jaminan, sehingga proses hukum berjalan alot. "Mereka menantang kami untuk menggugurkan red notice dengan alasan ini perdata, bukan pidana," ujar Untung dalam konferensi pers di Tangerang, September lalu.
Korban Wanaartha Life tak tinggal diam. Pada Oktober 2023, seorang nasabah terbang langsung ke California dan mendatangi kawasan elite Beverly Hills. Dalam video yang beredar, ia dihadang petugas keamanan dan mendengar suara Evelina menolak bertemu. Data dari Clustrmaps dan Zillow menunjukkan keluarga Pietruschka memiliki properti di sana dengan nilai mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, meski kebenaran data itu belum diverifikasi independen.
Sementara itu, kasus Kresna Life juga memasuki babak baru. Michael Steven, tokoh di balik Grup Kresna yang juga menjabat komisaris PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN), ditangkap dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Manajemen KREN melalui keterbukaan informasi BEI pada 25 Juni 2026 menyatakan operasional perusahaan tetap normal dan belum menemukan dampak material dari penangkapan tersebut. Michael Steven sebelumnya diangkat sebagai komisaris KREN pada RUPS Juni 2023, setelah sebelumnya menjabat direktur.
Bagi industri asuransi Indonesia, kasus ini menjadi pengingat akan lemahnya pengawasan dan perlindungan konsumen. Gagal bayar Wanaartha Life dan Kresna Life yang total nilainya mencapai triliunan rupiah telah menghancurkan kepercayaan publik. Hingga kini, penyelesaian klaim masih berlarut, sementara para petinggi perusahaan justru hidup mewah di luar negeri. Pertanyaan besarnya: akankah kerja sama internasional yang digencarkan Polri mampu membawa para buron ini kembali ke Indonesia, atau akankah mereka terus lolos dari jerat hukum?



