Bitcoin Tembus $64 Ribu, Standard Chartered Tegaskan Target $100 Ribu
Baca dalam 60 detik
- Bitcoin melonjak 2% ke $64.100 didorong aksi short squeeze yang melikuidasi posisi bearish senilai $80 juta dalam 24 jam.
- Standard Chartered mempertahankan proyeksi harga Bitcoin $100.000 pada akhir 2026, menyebut kekhawatiran pasar terkait MicroStrategy sebagai 'noise' belaka.
- Rally ini belum dikonfirmasi arus masuk ETF spot yang positif; investor menanti keputusan The Fed pekan depan sebagai katalis berikutnya.

Bitcoin kembali menguat ke level tertinggi dalam sepekan terakhir, menembus angka $64.000 pada Rabu (24/7) setelah aksi jual pendek (short squeeze) memicu likuidasi besar-besaran di pasar derivatif. Penguatan ini terjadi di tengah ekspektasi inflasi yang mendorong investor beralih ke aset berisiko, sekaligus diperkuat oleh pernyataan bullish dari Standard Chartered yang kembali menegaskan target harga $100.000 per koin pada akhir 2026.
Dalam 24 jam terakhir, lebih dari $80 juta posisi short Bitcoin dilikuidasi, menciptakan efek umpan balik di mana pembelian paksa mendorong harga naik tanpa diimbangi lonjakan permintaan dari ETF spot. Data menunjukkan korelasi erat antara Bitcoin dan emas, mengindikasikan bahwa investor menggunakan kedua aset tersebut sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian makroekonomi. Pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak pasca meredanya ketegangan AS-Iran turut mendukung sentimen positif.
Standard Chartered, melalui tim risetnya, menilai bahwa pelemahan Bitcoin beberapa waktu terakhir lebih disebabkan oleh kekhawatiran soal manajemen treasury MicroStrategy dan potensi penjualan besar-besaran, bukan oleh kerusakan fundamental aset kripto itu sendiri. Bank asal Inggris itu menyebut kekhawatiran tersebut sebagai โmostly noiseโ dan tetap pada pandangan bullish jangka panjang. Sikap ini memberikan validasi institusional yang penting, terutama di tengah volatilitas yang dipicu aksi korporasi.
Namun, analis memperingatkan bahwa reli ini belum sepenuhnya dikonfirmasi oleh aliran dana segar. Data ETF spot Bitcoin di AS masih menunjukkan arus keluar bersih dalam beberapa hari terakhir. Jika tren ini berlanjut, kenaikan saat ini bisa jadi hanya bersifat sementara dan didorong oleh spekulasi leverage. Sebaliknya, jika arus masuk ETF berbalik positif dalam waktu dekat, hal itu akan menandai pembalikan tren yang lebih berkelanjutan.
Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini menguji zona resistensi $64.000โ$65.000. Level Fibonacci retracement 50% di $62.498 dan 38,2% di $63.619 menjadi support kunci. Pasar menanti rapat Federal Reserve pada 28โ29 Juli sebagai katalis utama berikutnya. Keputusan suku bunga dan pernyataan kebijakan moneter akan menentukan arah selanjutnya, baik bagi Bitcoin maupun aset berisiko lainnya.
Bagi investor Indonesia, pergerakan Bitcoin ini relevan mengingat meningkatnya adopsi kripto di dalam negeri. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti terus memperketat regulasi, namun minat terhadap aset digital sebagai alternatif investasi tetap tinggi. Jika target $100.000 terealisasi, potensi keuntungan bagi pemegang Bitcoin di Indonesia bisa signifikan, meski risiko volatilitas tetap harus diwaspadai.
Pertanyaan kunci yang kini mengemuka: akankah reli ini bertahan setelah efek short squeeze mereda, atau justru menjadi jebakan bagi investor ritel yang terlambat masuk? Jawabannya mungkin akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan, seiring data makro dan arus ETF yang menjadi penentu.



