Norway vs England: Haaland Jadi Ancaman Utama, Solbakken Akui The Three Lions Lebih Diunggulkan
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Norwegia Stale Solbakken menyebut Inggris sebagai favorit di perempat final Piala Dunia, meski timnya baru saja menumbangkan Brasil.
- Duel Erling Haaland vs Harry Kane menjadi sorotan utama, dengan Solbakken menegaskan pertandingan bukan hanya soal kedua striker tersebut.
- Kemenangan akan membawa Norwegia ke semifinal untuk pertama kalinya sejak 1998, sebuah pencapaian yang disebut sebagai peristiwa terbesar sejak perang.

Pelatih tim nasional Norwegia, Stale Solbakken, secara terbuka mengakui bahwa Inggris lebih diunggulkan untuk melaju ke semifinal Piala Dunia saat kedua tim bertemu di Miami, Sabtu (22:00 BST). Meski demikian, ia menegaskan bahwa timnya tidak akan gentar menghadapi The Three Lions yang baru saja melewati laga berat melawan Meksiko.
Pernyataan Solbakken muncul setelah Norwegia secara mengejutkan menyingkirkan Brasil, juara dunia lima kali, di babak 16 besar. Kemenangan itu menjadi bukti bahwa skuad asal Skandinavia ini layak diperhitungkan. Namun, Solbakken tetap realistis. "Mereka favorit, tapi bukan favorit yang terlalu besar," ujarnya kepada BBC Sport, menekankan bahwa tekanan justru lebih besar di pundak Inggris.
Pertandingan perempat final ini menjadi panggung duel dua striker paling mematikan di turnamen: Erling Haaland (Norwegia) yang telah mengoleksi tujuh gol, melawan Harry Kane (Inggris) dengan enam gol. Solbakken menolak anggapan bahwa laga akan ditentukan oleh duel individu. "Ini Norwegia melawan Inggris. Kane adalah match-winner nomor satu bagi Inggris, dan Erling bagi kami. Tapi akan meremehkan pemain lain jika Anda pikir itu satu-satunya tema," tegasnya.
Solbakken juga memberikan pujian kepada Inggris, khususnya setelah mereka mengalahkan tuan rumah Meksiko 3-2 meski bermain dengan 10 orang sejak menit ke-54. Ia menyoroti kemampuan Jude Bellingham dan Kane yang mencetak gol dari posisi sulit, serta kedalaman skuad Inggris yang memiliki banyak opsi di sayap. "Jika satu pemain tidak tampil baik, yang lain bisa menggantikan," katanya. Ia juga menyebut Elliot Anderson dan Declan Rice sebagai pengatur tempo yang solid di lini tengah.
Di sisi lain, Solbakken mengakui bahwa timnya tidak akan bisa mendominasi penguasaan bola seperti saat melawan Brasil. Cuaca di Miami yang panas memaksa Norwegia mengurangi intensitas latihan. "Kami berlatih sangat ringan, lebih banyak sesi teknis dengan tempo rendah. Yang terpenting adalah segar untuk pertandingan besok," jelasnya.
Bagi Norwegia, pencapaian ini sudah melampaui ekspektasi. Ribuan suporter Norwegia telah membanjiri Miami untuk menyaksikan laga bersejarah ini. Solbakken, yang menjadi pemain saat Norwegia terakhir lolos ke Piala Dunia pada 1998, menyebut perjalanan ini telah menyatukan negaranya. "Seluruh Norwegia menantikan pertandingan besok," ujarnya penuh haru.
Dalam konferensi pers, Solbakken juga menyempatkan diri memberikan penghormatan kepada legenda Liverpool dan mantan kapten Inggris, Kevin Keegan, yang baru saja mengumumkan menderita kanker stadium empat. "Penyesalan terbesar saya dalam sejarah Piala Dunia adalah Kevin Keegan tidak mencetak gol saat melawan Spanyol pada 1982. Dia adalah pahlawan saya. Saya berharap Kevin baik-baik saja," tuturnya.
Pertandingan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Inggris untuk membuktikan status favorit. Sementara bagi Norwegia, peluang untuk menulis ulang sejarah sepak bola mereka terbuka lebar. Akankah Haaland kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Inggris, atau justru Kane yang membawa timnya melaju? Semua akan terjawab di Miami.



