Setelah Gagal Buru Tchouameni, Manchester United Alihkan Incaran ke Manu Kone
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengalihkan target lini tengah ke gelandang Prancis Manu Kone setelah rencana merekrut Aurelien Tchouameni buntu.
- Kone, yang tampil impresif di Piala Dunia sebagai pengganti Tchouameni, dihargai sekitar £50 juta oleh AS Roma.
- Kedatangan Kone diharapkan menjadi solusi alternatif setelah transfer Ederson dari Atalanta juga mandek.

Manchester United kembali menghadapi dilema di bursa transfer musim panas ini. Setelah gagal mengamankan tanda tangan Aurelien Tchouameni yang memilih memperpanjang kontrak di Real Madrid, Setan Merah kini mengalihkan bidikan ke rekan setim Tchouameni di timnas Prancis, Manu Kone. Langkah ini menjadi alternatif setelah rencana mendatangkan gelandang Atalanta, Ederson, juga dilaporkan menemui jalan buntu.
Kegagalan mendatangkan Tchouameni bukanlah cerita baru bagi United. Klub asal Manchester itu kerap dijadikan alat negosiasi oleh pemain bintang untuk mendapatkan kontrak baru dari klub lamanya—seperti yang terjadi pada Sergio Ramos pada 2015. Kini, dengan target utama sirna, United harus bergerak cepat memperkuat lini tengah yang dinilai masih rapuh, terutama setelah kepergian sejumlah pemain dan cedera yang melanda skuad.
Manu Kone, gelandang AS Roma berusia 25 tahun, mulai mencuri perhatian setelah tampil gemilang menggantikan Tchouameni yang cedera di Piala Dunia. Dalam empat pertandingan sebagai starter, ia mencatat akurasi umpan 93%, kehilangan bola rata-rata hanya 7,3 kali per laga, dan melepaskan 1,3 umpan panjang sukses per pertandingan. Catatan ini hampir identik dengan Tchouameni yang memiliki akurasi umpan 91% dan kehilangan bola 7 kali per laga. Meski Tchouameni unggul dalam tekel dan intersep (6,0 berbanding 2,6), Kone menunjukkan keseimbangan dalam merebut bola kembali (5,3 berbanding 6,3).
Legenda Arsenal, Patrick Vieira, bahkan menyebut Kone sebagai "gelandang terbaik di Prancis" saat ini. Dengan postur 6 kaki 1 inci (185 cm), Kone dianggap memiliki tipikal gelandang bertahan modern yang kuat secara fisik dan tenang dalam menguasai bola. Kemampuannya bermain sebagai gelandang box-to-box membuatnya cocok dengan skema permainan Michael Carrick yang membutuhkan sosok dinamis di lini tengah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Manchester United di bursa transfer selalu menjadi sorotan. Klub ini memiliki basis penggemar besar di Tanah Air, dan setiap keputusan rekrutmen kerap memengaruhi opini publik serta pergerakan pasar jersey dan merchandise. Jika Kone resmi bergabung, ia akan menjadi pemain Prancis ketiga di skuad United setelah Raphael Varane dan Anthony Martial—meski Martial kini sudah hengkang. Kehadirannya juga bisa memperkuat daya tarik United di Asia Tenggara, terutama dengan popularitas sepak bola Prancis yang cukup tinggi di Indonesia.
Namun, keputusan mendatangkan pemain berdasarkan performa di turnamen besar selalu berisiko. Sejarah mencatat, banyak pemain yang bersinar di Piala Dunia atau Piala Eropa justru meredup setelah pindah klub. Kone setidaknya memiliki rekam jejak konsisten di Serie A bersama Roma, yang bisa menjadi jaminan bahwa ia bukan sekadar pemain satu turnamen. Dengan banderol £50 juta, United harus memastikan bahwa investasi ini tidak menjadi pengulangan dari kegagalan masa lalu seperti pembelian pemain mahal yang tidak sesuai ekspektasi.
Pertanyaan besarnya: akankah Manu Kone menjadi solusi jangka panjang di lini tengah United, atau hanya sekadar pelarian dari kegagalan mengejar target utama? Dengan bursa transfer yang masih terbuka, keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah musim depan klub.



