Bermimpi Bersama Messi: Gelandang Hamburg Nicolas Capaldo Cicipi Latihan Timnas Argentina
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Hamburg, Nicolas Capaldo, dipanggil memperkuat skuad persiapan Argentina jelang Piala Dunia 2026, meski akhirnya tidak masuk 26 pemain final.
- Capaldo mengaku berlatih bersama Lionel Messi menjadi pengalaman tak terlupakan, melihat langsung etos kerja legenda hidup sepak bola tersebut.
- Kiprah Capaldo di Bundesliga bersama Hamburg yang selamat dari degradasi menjadi tiket emasnya menembus pemusatan latihan juara bertahan Piala Dunia.

Di tengah liburan mayoritas pesepak bola Eropa awal Juni lalu, gelandang Hamburg SV, Nicolas Capaldo, memilih jalur berbeda: ia terbang ke kamp latihan timnas Argentina dan berlatih bersama Lionel Messi. Pemain berusia 27 tahun itu menjadi bagian dari skuad persiapan juara bertahan Piala Dunia menjelang turnamen 2026, meski akhirnya harus rela tidak masuk daftar 26 pemain final.
Capaldo mendapatkan panggilan setelah musim impresif bersama Hamburg yang sukses mempertahankan status Bundesliga. Dari 26 penampilan liga, ia tak hanya piawai di lini belakang dan tengah, tetapi juga beberapa kali memakai ban kapten saat Yussuf Poulsen absen. Performa konsisten itu membawanya ke level tertinggi: berlatih di bawah arahan pelatih Lionel Scaloni bersama para bintang dunia.
โIni sangat istimewa bagi saya. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan ini. Bermain untuk tim nasional adalah mimpi pertama setiap anak,โ ujar Capaldo, seperti dikutip dari laman resmi Bundesliga. Meski hanya mendapat beberapa menit di laga uji coba melawan Honduras, ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari skuad juara bertahan. โTidak ada yang lebih besar dari menjadi bagian dari tim juara dunia,โ tambahnya.
Satu momen yang tak akan pernah dilupakan Capaldo adalah berbagi lapangan dengan Lionel Messi. โDia pemain terbaik dalam sejarah dan idola saya sejak kecil. Melihatnya saja sudah membuat saya emosional. Dia selalu bekerja keras dan memberikan segalanya. Itu menginspirasi semua orang. Saat dia bekerja keras, semua orang ikut bekerja keras. Itu pelajaran yang saya bawa pulang,โ tutur pemain kelahiran 1998 itu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah Capaldo menjadi cermin bagaimana pemain dari klub papan tengah Bundesliga bisa menembus timnas raksasa. Di tengah dominasi pemain dari klub-klub elite Eropa, Scaloni justru memberi kesempatan pada pemain yang membuktikan konsistensi di liga. Ini bisa menjadi pelajaran bagi pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri: kerja keras dan performa stabil bisa membuka pintu tim nasional, meski tanpa sorotan media besar.
Capaldo mengaku tetap mengikuti setiap pertandingan Argentina di Piala Dunia 2026 dan menjadi pendukung setia. โMeski tidak masuk skuad final, saya hanya merasa bangga. Saya berlatih dengan pemain terbaik. Intensitas dan kualitasnya sangat tinggi. Itu sesuatu yang sangat istimewa,โ pungkasnya. Pertanyaannya, akankah pengalaman berharga ini menjadi batu loncatan bagi Capaldo untuk menembus skuad Argentina di turnamen berikutnya? Atau justru menjadi kenangan manis yang tak terulang?



