Swift Uji Coba Blockchain untuk Transfer Lintas Batas, 17 Bank Global Siap Bergabung
Baca dalam 60 detik
- Swift mengaktifkan buku besar bersama berbasis blockchain yang memungkinkan transfer token 24/7, diuji oleh 17 bank dari enam benua.
- Teknologi ini memungkinkan pergerakan dana di luar jam kerja tanpa mengorbankan kepatuhan dan risiko, meningkatkan efisiensi likuiditas global.
- Pilot ini menjadi fondasi untuk uang programabel dan perdagangan agen, dengan potensi mempercepat real-time settlement di sistem keuangan tradisional.

Swift resmi meluncurkan buku besar bersama (shared ledger) berbasis blockchain yang siap digunakan untuk transaksi lintas batas dengan deposito tokenisasi, melibatkan 17 bank dari enam benua dalam uji coba langsung. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan ekosistem uang digital yang diatur.
Buku besar tersebut menyediakan lapisan orkestrasi yang aman bagi bank-bank peserta untuk menerbitkan deposito token di buku besar mereka sendiri. Dana nasabah dapat dipindahkan kapan saja, termasuk di luar jam kerja dan akhir pekan, sebelum penyelesaian akhir melalui sistem yang sudah ada. Dengan demikian, bank tidak perlu mengorbankan standar kepatuhan, kredit, risiko, dan pengendalian yang telah tertanam dalam pemrosesan pembayaran konvensional.
Ini adalah kasus penggunaan pertama untuk buku besar yang diumumkan Swift tahun lalu dan dirancang serta dibangun dalam waktu sembilan bulan berdasarkan masukan dari lembaga keuangan internasional. Pengembangan ini membuka jalan bagi inovasi generasi berikutnya dan interoperabilitas di atas infrastruktur yang telah dipercaya untuk memindahkan setara PDB dunia setiap dua hingga tiga hari antara lebih dari 200 pasar.
Thierry Chilosi, Chief Business Officer Swift, menekankan bahwa buku besar ini memperluas kepercayaan dan stabilitas keuangan mapan ke batas-batas uang digital. Menurutnya, tokenisasi memungkinkan nilai bergerak melintasi batas dengan kecepatan dan fleksibilitas yang dibutuhkan perdagangan modern, sambil mempertahankan ketahanan, keamanan, dan kepatuhan yang disyaratkan sistem keuangan global. Dukungan kuat dari bank menunjukkan nilai praktis dari pendekatan ini, yang akan membantu memperluas manfaat secara global sambil menciptakan landasan untuk inovasi masa depan di bidang uang programabel dan perdagangan agen.
Para eksekutif bank peserta menyambut baik inisiatif ini. Lisa Vasic dari ANZ melihat potensi kuat untuk membantu nasabah memindahkan dana secara real-time dan mengelola likuiditas lebih fleksibel. Pierre Fersztand dari BNP Paribas menyebutnya sebagai tonggak penting dalam evolusi pembayaran lintas batas, menegaskan komitmen bank untuk mengindustrialisasi keuangan digital dalam skala besar. Sementara itu, Debopama Sen dari Citi menekankan bahwa kolaborasi ini memperkuat kemampuan melayani nasabah global dengan kecepatan, ketahanan, dan keamanan yang lebih besar.
Bagi Indonesia, perkembangan ini membawa implikasi strategis. Sebagai negara dengan volume remitansi dan perdagangan internasional yang besar, adopsi deposito tokenisasi dan pembayaran 24/7 dapat mempercepat settlement, mengurangi biaya, dan meningkatkan transparansi. Bank-bank nasional seperti Bank Mandiri, BCA, atau BNI mungkin perlu mengamati uji coba ini untuk mengantisipasi perubahan standar koresponden global. Regulator seperti Bank Indonesia dan OJK juga perlu menyiapkan kerangka uji coba (sandbox) untuk teknologi serupa agar tidak tertinggal dalam persaingan efisiensi sistem pembayaran.
Ke depan, buku besar ini akan diperluas fungsionalitas dan ketersediaannya setelah fase go-live terkendali. Bersama dengan peningkatan yang sudah dilakukan Swift pada jalur yang ada, seperti kerangka pembayaran ritel yang memastikan transparansi biaya dan pengiriman nilai penuh, infrastruktur ini diharapkan menjadi fondasi yang memungkinkan nilai bergerak dalam bentuk apa pun yang diatur, di mana pun, dengan tingkat keamanan dan ketahanan tertinggi. Pertanyaannya kini: seberapa cepat bank-bank di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, akan mengadopsi teknologi ini untuk tetap kompetitif di era keuangan digital?



