Setelah 30 Tahun Vakum, Aktris Hong Kong Cecilia Yiu Kembali ke Dunia Akting
Baca dalam 60 detik
- Cecilia Yiu, aktris legendaris era 90-an, resmi menandatangani kontrak dengan New World Entertainment setelah tiga dekade absen.
- Kepulangannya didorong oleh dukungan saudara angkat dan manajer, serta keinginan untuk mengatasi keraguan diri.
- Ia juga membuka peluang reuni profesional dengan mantan kekasih, Aaron Kwok, tanpa rasa canggung.

Aktris Hong Kong era 1990-an, Cecilia Yiu, mengumumkan comeback aktingnya setelah vakum selama 30 tahun. Dalam konferensi pers di Hong Kong, Selasa (8/7), perempuan 57 tahun itu menyatakan telah bergabung dengan New World Entertainment dan siap memulai karier dari awal lagi.
Yiu, yang dikenal lewat perannya dalam drama wuxia Ode To Gallantry (1989), mengaku lama menyimpan keinginan untuk kembali ke industri hiburan. Namun, rasa percaya diri yang menipis setelah bertahun-tahun di luar sorotan membuatnya ragu. Keputusan bulat untuk comeback baru terwujud setelah mendapat dorongan dari saudara angkatnya—yang juga pendiri New World Entertainment—dan manajernya.
Momen ini menjadi sorotan di Hong Kong, mengingat Yiu adalah salah satu bintang TVB yang memutuskan pensiun di puncak popularitas pada 1995. Debutnya di dunia akting terjadi pada 1986 saat masih duduk di bangku sekolah menengah, setelah mengikuti kontes Miss Television TVB. Selain Ode To Gallantry, ia juga membintangi The Master Strategist (1988) dan When Things Get Tough (1990).
Dalam kesempatan yang sama, Yiu juga menyinggung hubungan masa lalunya dengan penyanyi Cantopop Aaron Kwok. Menurut laporan HK01, ia mengaku tidak keberatan jika harus bertemu atau bekerja sama dengan Kwok lagi. “Hubungan kami sudah berakhir bertahun-tahun lalu. Tidak akan canggung jika bekerja profesional,” ujarnya.
Setelah pensiun, Yiu menikah dengan seorang pengusaha dan dikaruniai dua anak. Media Hong Kong melaporkan bahwa ia kini bercerai dan menetap di Shanghai. Kepulangannya ke dunia hiburan dipandang sebagai fenomena langka, mengingat banyak bintang era 90-an memilih tetap di luar sorotan.
Bagi penggemar sinetron Hong Kong di Indonesia, comeback Yiu membawa angin segar. Era keemasan TVB pernah menghibur banyak pemirsa Tanah Air melalui tayangan-tayangan seperti Ode To Gallantry yang populer di stasiun televisi lokal. Kembalinya Yiu bisa menjadi pintu masuk bagi nostalgia sekaligus peluang bagi industri hiburan Indonesia untuk menjajaki kerja sama dengan talenta regional.
Pertanyaan besarnya, apakah Yiu akan mampu beradaptasi dengan industri hiburan modern yang sangat berbeda dari era 90-an? Atau justru ia akan menjadi jembatan antara generasi lama dan baru penikmat drama Hong Kong?



