IPO RANS Diserbu Konglomerat, Haji Isam hingga Boy Thohir Jadi Saksi Debut Saham
Baca dalam 60 detik
- PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melantai di BEI dengan harga saham melesat 34% pada hari pertama perdagangan.
- Sejumlah taipan seperti Haji Isam, Boy Thohir, dan Axton Salim hadir dalam seremoni, menandai dukungan kalangan elite terhadap industri kreatif.
- Dana IPO Rp429 miliar akan dialokasikan untuk konser, akuisisi kosmetik, pengembangan wahana Cipungland, dan investasi AI.

PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) memulai debutnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026) dengan sambutan meriah—saham langsung menyentuh batas atas setelah dibuka di Rp228 per lembar, melonjak 34,12% dari harga penawaran Rp170. Lebih dari sekadar pencatatan saham, momen ini menjadi ajang unjuk kekuatan jaringan bisnis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, yang berhasil menghadirkan sederet nama besar seperti Haji Isam, Boy Thohir, hingga Axton Salim.
Kehadiran para konglomerat tersebut bukan sekadar seremonial. Raffi Ahmad mengungkapkan bahwa Haji Isam, pemilik Jhonlin Group, merupakan pemegang 1% saham RANS sekaligus mentor pribadinya. “Kehadiran beliau adalah simbol dukungan terhadap RANS dan dorongan bagi pelaku usaha untuk bersama memajukan industri kreatif Indonesia,” ujar Raffi dalam sambutannya. Selain Haji Isam, tampak pula Garibaldi “Boy” Thohir (Adaro), Axton Salim (Salim Group), Anindya Bakrie (Kadin), dan Sutanto Hartono (CEO SCTV).
IPO RANS melepas 2,525 miliar saham baru atau 20,02% dari modal ditempatkan, dengan total dana terkumpul Rp429,25 miliar. Minat investor yang tinggi terlihat dari lonjakan harga saham yang langsung terkena Auto Reject Atas (ARA) pada hari pertama. Nagita Slavina, Direktur Utama RANS, menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti bahwa perusahaan yang lahir dari ekonomi kreator dapat bertransformasi menjadi institusi bisnis yang profesional dan transparan. “Indonesia memiliki talenta kreatif besar yang perlu didorong menjadi intellectual property bernilai ekonomi,” katanya.
Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat ekspansi jangka panjang. Sekitar Rp161,5 miliar dialokasikan untuk penyelenggaraan konser, Rp85 miliar untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, dan Rp80 miliar untuk pengembangan wahana Cipungland. Selain itu, Rp35 miliar akan diinvestasikan ke perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi, Rp29,95 miliar untuk pelunasan kredit investasi, dan Rp37,8 miliar untuk modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Bagi pasar modal Indonesia, IPO RANS menjadi ujian apakah sektor kreatif—yang selama ini dianggap kurang terukur—mampu menarik minat investor institusional. Kehadiran tokoh-tokoh bisnis mapan di momen ini memberikan sinyal positif bahwa ekosistem kreatif mulai dipandang sebagai lahan investasi yang menjanjikan. Pertanyaan selanjutnya adalah apakah RANS dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memenuhi ekspektasi pasar di tengah persaingan industri hiburan yang ketat.



