Turnamen Sumo Nagoya 2025: Para Juara Kembali, Aonishiki Berjuang Kembali ke Ozeki
Baca dalam 60 detik
- Dua yokozuna, Onosato dan Hoshoryu, kembali bertarung di Nagoya setelah pulih dari cedera, menambah daya tarik turnamen.
- Pegulat Ukraina Aonishiki, yang turun pangkat karena cedera, membutuhkan setidaknya 10 kemenangan untuk naik kembali ke ozeki.
- Ozeki Kotozakura terancam degradasi jika tidak meraih delapan kemenangan, sementara juara bertahan Wakatakakage absen karena operasi.

Turnamen Sumo Grand Nagoya edisi 2025 yang berlangsung selama 15 hari mulai Minggu ini di IG Arena menyajikan sejumlah narasi menarik. Dua yokozuna—Onosato dan Hoshoryu—kembali naik dohyo setelah absen karena cedera, sementara pegulat Ukraina Aonishiki memulai perjuangan untuk merebut kembali pangkat ozeki yang sempat lepas.
Aonishiki, yang baru berusia 22 tahun, menjadi sorotan utama. Ia harus menjalani ujian berat setelah melewatkan seluruh Turnamen Musim Panas di bulan Mei akibat cedera pergelangan kaki. Akibatnya, ia turun dari ozeki ke sekiwake, pangkat tertinggi ketiga dalam hierarki sumo. Namun, peluang promosi langsung kembali ke pangkat kedua terbuka lebar jika ia mampu mengumpulkan setidaknya 10 kemenangan di Nagoya. Pada hari pertama, ia akan berhadapan dengan Hiradoumi, maegashira peringkat ketiga.
Keikutsertaan Aonishiki dalam tur eksibisi Asosiasi Sumo Jepang ke Paris bulan lalu disebutnya sebagai persiapan berharga. “Tanpa penampilan di sana, saya tidak akan punya kesempatan untuk bergulat. Naik ke dohyo memberi saya kepercayaan diri,” ujarnya. Bagi penggemar sumo di Indonesia, perjalanan Aonishiki menjadi contoh bagaimana atlet dari negara non-tradisional sumo bisa bersaing di level tertinggi, menginspirasi atlet bela diri Tanah Air.
Yokozuna Onosato, peraih lima Piala Kaisar, menunjukkan performa impresif dalam latihan bersama Senin lalu dengan memenangkan seluruh 11 pertandingan latihan melawan ozeki Kotozakura. Ini menjadi sinyal positif setelah ia mundur dari dua turnamen beruntun karena nyeri bahu kiri. Sementara itu, Hoshoryu, yokozuna kelahiran Mongolia, kembali setelah cedera hamstring yang dialaminya pada hari pertama turnamen Mei di Ryogoku Kokugikan, Tokyo. Keponakan dari legenda sumo Asashoryu ini memburu gelar divisi utama ketiganya dan yang pertama sejak promosi ke yokozuna pada Maret tahun lalu.
Kotozakura, pemenang turnamen eksibisi Paris dua hari, justru menghadapi tekanan besar. Ia berstatus kadoban ozeki setelah mundur pada turnamen Mei karena masalah punggung dan mencatat rekor kekalahan. Untuk menghindari degradasi ke sekiwake, ia harus meraih minimal delapan kemenangan. Situasi ini mengingatkan pada sistem ranking sumo yang ketat, di mana satu turnamen buruk bisa mengubah karier seorang pegulat secara drastis.
Di sisi lain, sekiwake Wakatakakage, juara turnamen Mei, dipastikan absen setelah menjalani operasi darurat minggu lalu akibat sindrom kompartemen dari cedera paha yang dideritanya saat latihan. Absennya Wakatakakage membuka peluang bagi pegulat lain untuk bersinar. Dengan kembalinya para yokozuna dan drama perebutan pangkat, Nagoya Grand Sumo Tournament edisi ini menjanjikan pertarungan sengit yang layak disaksikan penggemar sumo di Indonesia melalui siaran langsung atau platform digital.



