Dividen Rp22 Triliun Telkom Mulai Mengalir ke Rekening Investor Hari Ini
Baca dalam 60 detik
- Telkom membagikan dividen tunai Rp21,99 triliun atau Rp222,9 per saham, dengan payout ratio 123,5%.
- Pembayaran dilakukan hari ini, Jumat (10/7/2026), bagi pemegang saham yang tercatat pada 19 Juni 2026.
- RUPST juga menyetujui buyback saham maksimal Rp4 triliun, menambah daya tarik bagi investor jangka panjang.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mulai mengkreditkan dividen tunai tahun buku 2025 ke rekening para pemegang saham hari ini, Jumat (10/7/2026). Total nilai yang dibagikan mencapai Rp21,99 triliun, menjadikannya salah satu distribusi dividen terbesar di bursa efek Indonesia sepanjang tahun ini.
Keputusan pembagian dividen ini merupakan realisasi dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah digelar sebelumnya. Dalam RUPST tersebut, perseroan mendapat persetujuan untuk menggunakan laba bersih 2025 sebesar Rp17,81 triliun plus tambahan dari laba ditahan, sehingga total dividen tunai yang dibayarkan mencapai Rp21.999.902.180.685. Angka ini setara dengan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) sebesar 123,5%.
Setiap lembar saham TLKM yang beredarโsetelah dikurangi treasury stockโberhak atas dividen sebesar Rp222,9. Jumlah saham yang menjadi dasar perhitungan sekitar 98,7 miliar lembar. Bagi investor yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 19 Juni 2026, dana dividen akan masuk ke Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan dapat dicairkan hari ini.
Kebijakan dividen jumbo ini menarik perhatian karena DPR yang melebihi 100% mengindikasikan bahwa Telkom tidak hanya membagikan seluruh laba bersih 2025, tetapi juga menguras sebagian laba ditahan. Langkah ini lazim dilakukan BUMN telekomunikasi untuk menjaga kepuasan investor di tengah tekanan belanja modal yang tinggi. Namun, analis menilai bahwa rasio tersebut masih sehat mengingat posisi kas perusahaan yang kuat.
Selain dividen, RUPST juga memberikan lampu hijau bagi manajemen untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun, termasuk biaya pelaksanaannya. Program buyback ini diharapkan dapat menopang harga saham TLKM yang sempat tertekan dalam beberapa bulan terakhir akibat sentimen global dan persaingan industri telekomunikasi.
Bagi investor ritel di Indonesia, momentum pembayaran dividen ini menjadi salah satu katalis positif di tengah volatilitas pasar modal. Dengan yield dividen sekitar 4-5% per tahun, TLKM tetap menjadi salah satu saham blue chip favorit bagi mereka yang mengincar pendapatan pasif. Ke depan, pasar akan mencermati apakah Telkom mampu mempertahankan DPR tinggi seiring rencana ekspansi jaringan 5G dan data center.



