York Knights Cetak Sejarah: Tiga Kemenangan Beruntun di Super League
Baca dalam 60 detik
- York Knights mencatat tiga kemenangan beruntun di Super League untuk pertama kalinya setelah membalikkan defisit 16-8 saat turun minum.
- Kekalahan ini memperpanjang tren buruk Hull FC di laga tandang musim ini, hanya satu kemenangan dari delapan pertandingan.
- Tackle krusial Paul McShane di menit akhir menggagalkan upaya Hull menyamakan skor, mengamankan kemenangan bersejarah York.

York Knights menorehkan sejarah baru di Super League dengan meraih tiga kemenangan beruntun untuk pertama kalinya, setelah menundukkan Hull FC 24-22 dalam laga sengit di kandang sendiri, Minggu (13/4). Kemenangan ini tidak hanya memutus rekor buruk York, tetapi juga memperdalam krisis Hull yang hanya sekali menang di laga tandang musim ini.
Tertinggal 8-16 saat turun minum, pasukan Mark Applegarth tampil agresif di babak kedua. Empat try dari David Nofoaluma, Jon Bennison, Denive Balmforth, dan Nikau Williams, ditambah dua konversi Bennison, membalikkan keadaan. Hull sempat unggul cepat melalui tiga try dalam 12 menit dari Aidan Sezer, Tom Briscoe, dan Joe Batchelor, namun kesalahan beruntun di babak kedua membuat mereka kehilangan momentum.
Momen krusial terjadi di menit akhir ketika Hull nyaris menyamakan skor. Herman Ese'ese menerobos garis pertahanan York dan hampir meletakkan bola, tetapi pemain veteran Paul McShane berhasil memukul bola dari tangannya hanya beberapa inci dari garis gawang. Tackle penyelamat itu menjadi penentu kemenangan York dan membuat Hull pulang dengan tangan hampa.
Bagi Hull, kekalahan ini menjadi tamparan keras. Tim asuhan Tony Smith hanya mampu mencetak satu try di babak kedua setelah tampil dominan di awal. Kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi masalah kronis yang harus segera dibenahi jika ingin bersaing di papan atas. Sementara itu, York menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan. Applegarth memuji semangat anak asuhnya yang tidak menyerah meski tekanan lawan begitu besar.
Dari sisi taktik, perubahan pola serang York di babak kedua menjadi kunci. Mereka lebih banyak memanfaatkan sisi sayap melalui Nofoaluma dan Williams yang lincah. Pertahanan Hull yang rapat di babak pertama mulai longgar setelah kelelahan, memberi celah bagi York untuk mencetak poin. Statistik menunjukkan York menguasai 60% penguasaan bola di babak kedua, berbanding 40% di babak pertama.
Kemenangan ini membawa York ke posisi yang lebih aman di klasemen, sementara Hull harus segera berbenah. Pekan depan, York akan menghadapi Leeds Rhinos, ujian sesungguhnya bagi konsistensi mereka. Bisakah York mempertahankan tren positif? Atau Hull akan bangkit dan memperbaiki rekor tandang? Laga-laga berikutnya akan menjadi jawabannya.



