AC Milan Resmi Dapatkan Mario Gila: Bek Lazio Senilai €30 Juta, Separuh untuk Real Madrid
Baca dalam 60 detik
- Bek tengah Mario Gila akan menjalani tes medis di AC Milan pada Jumat setelah Lazio menyetujui transfer senilai €30 juta.
- Real Madrid berhak atas 50 persen dari biaya transfer berkat klausul penjualan kembali yang disepakati saat Gila dijual ke Lazio pada 2022.
- Kesepakatan ini juga mencakup pembelian bek kiri muda Lazio, Lorenzo Calvani, oleh Milan sebesar €2,5 juta.

AC Milan bergerak cepat di bursa transfer Januari dengan mengamankan tanda tangan bek tengah Mario Gila dari Lazio. Pemain berusia 25 tahun itu dijadwalkan menjalani tes medis pada Jumat di Milan, setelah kedua klub mencapai kesepakatan senilai €30 juta. Langkah ini menjadi sinyal ambisi Rossoneri untuk memperkuat lini pertahanan di tengah persaingan ketat Serie A.
Gila, yang akan berulang tahun ke-26 bulan depan, bergabung dengan Lazio pada 2022 dari Real Madrid dengan biaya hanya €6 juta. Kontraknya di Stadio Olimpico tersisa satu tahun, dan tanpa perpanjangan, Lazio memilih untuk menjualnya daripada kehilangan secara gratis. Milan berhasil memenangkan perlombaan melawan sejumlah klub besar seperti Inter, Napoli, Juventus, dan Atalanta yang juga mengincar jasa pemain asal Spanyol itu.
Menurut laporan dari berbagai sumber di Italia, Gila akan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun dengan gaji bersih €5 juta per musim. Agen pemain diperkirakan menerima komisi €5 juta dari transaksi ini. Namun, yang menarik perhatian adalah klausul penjualan kembali yang menguntungkan Real Madrid. Lazio hanya akan menerima 50 persen dari biaya transfer, atau sekitar €15 juta, karena Madrid berhak atas setengah bagian berkat perjanjian yang dibuat saat menjual Gila ke Lazio.
Kesepakatan ini juga mencakup transfer terpisah untuk pemain muda Lazio, Lorenzo Calvani. Milan dikabarkan akan membeli bek kiri berusia 18 tahun itu dengan harga €2,5 juta, sebagai bagian dari negosiasi keseluruhan. Langkah ini menunjukkan strategi Milan yang tidak hanya fokus pada pemain senior, tetapi juga mengamankan talenta muda untuk masa depan.
Bagi Lazio, meskipun kehilangan salah satu bek andalannya, mereka mendapatkan keuntungan finansial yang signifikan. Dengan dana segar sekitar €15 juta (setelah dipotong hak Madrid), Lazio bisa berinvestasi kembali ke skuad. Sementara itu, AC Milan menambah amunisi di lini belakang yang musim ini kerap kebobolan. Gila, yang dikenal dengan kemampuan membaca permainan dan duel udara, diharapkan bisa menjadi mitra ideal bagi Fikayo Tomori atau Malick Thiaw.
Dari perspektif Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa memanfaatkan klausul penjualan kembali untuk mengoptimalkan keuntungan. Model bisnis seperti ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam mengelola aset pemain. Selain itu, kehadiran Gila di Milan bisa meningkatkan daya tarik Serie A di mata penggemar sepak bola Tanah Air yang selama ini lebih akrab dengan Premier League.
Ke depan, AC Milan harus memastikan Gila cepat beradaptasi dengan skema permainan Stefano Pioli. Pertanyaannya, apakah Gila mampu menjadi pilar pertahanan jangka panjang, atau hanya sekadar pemain pelapis? Dengan investasi sebesar ini, tekanan untuk tampil konsisten pasti akan menyertainya.



