Arsenal Rekrut Kiper Gratisan dari Leeds: Meslier Siap Jadi Pelapis Raya
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengamankan jasa kiper Illan Meslier secara gratis setelah kontraknya di Leeds berakhir, dengan durasi dua tahun plus opsi perpanjangan.
- Meslier, yang kehilangan tempat utama di Leeds, akan bersaing sebagai kiper ketiga di belakang David Raya dan Kepa Arrizabalaga, namun berpotensi naik pangkat jika Kepa hengkang.
- Kedatangan Meslier memicu rencana peminjaman kiper muda Tommy Setford, menunjukkan strategi Arsenal dalam mengelola kedalaman skuad kiper.

Arsenal resmi mendatangkan kiper asal Prancis, Illan Meslier, dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Leeds United berakhir. Pemain berusia 26 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan satu musim, memperkuat lini belakang The Gunners yang baru saja meraih gelar juara Premier League.
Meslier, yang telah mencatatkan 215 penampilan dalam tujuh musim bersama Leeds dan mengoleksi 70 clean sheet, mengaku bangga bergabung dengan klub yang ia sebut sebagai "klub terbesar di Inggris". Dalam pernyataan resminya, ia menyatakan tidak sabar untuk memenangkan trofi bersama Arsenal, klub yang menurutnya perlu terus mengangkat piala.
Keputusan Arsenal merekrut Meslier tidak lepas dari situasi kiper cadangan mereka, Kepa Arrizabalaga, yang masa depannya di klub masih belum jelas. Jika Kepa hengkang, Meslier berpeluang naik menjadi pilihan kedua di bawah David Raya. Saat ini, Raya tengah berada di puncak performa setelah memenangkan Golden Glove musim lalu dengan 19 clean sheet dalam 37 pertandingan, sekaligus mengantarkan Arsenal meraih gelar juara.
Kedatangan Meslier juga berdampak pada kiper muda Arsenal, Tommy Setford (20 tahun), yang diperkirakan akan dipinjamkan pada musim panas ini untuk mendapatkan menit bermain reguler. Langkah ini menunjukkan strategi Arsenal dalam mengelola kedalaman skuad, khususnya di posisi kiper, dengan memanfaatkan bursa transfer gratis untuk menambah opsi tanpa mengeluarkan biaya transfer.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Arsenal ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub besar Eropa memanfaatkan momen kontrak habis untuk memperkuat skuad tanpa menguras anggaran. Di tengah dominasi klub-klub kaya, strategi semacam ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam mengelola bursa transfer secara efisien.
Meslier sendiri mengakui bahwa ia kehilangan tempat utama di Leeds sebelum hengkang, namun ia optimistis dapat bersaing di Arsenal. Pertanyaan besarnya adalah apakah ia akan mendapatkan cukup kesempatan bermain di belakang Raya yang sedang on fire, atau justru menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan klub.



