Prabowo: Pemimpin yang Berbohong pada Rakyat Berdosa dan Berkhianat
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemimpin yang menyampaikan kebohongan kepada rakyat telah melakukan dosa dan pengkhianatan terhadap negara.
- Pernyataan itu disampaikan saat peluncuran program biodiesel B50, di mana ia menegaskan keberhasilan swasembada pangan dalam satu tahun, lebih cepat dari target empat tahun.
- Prabowo juga mengungkapkan bahwa TNI telah melakukan pengeboran air di 30 ribu titik untuk mengatasi kesulitan air di berbagai daerah.

Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan tegas di hadapan publik: seorang pemimpin yang berdusta kepada rakyatnya tidak hanya berdosa, tetapi juga telah mengkhianati amanat negara. Peringatan keras itu disampaikan dalam acara peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).
Momen tersebut digunakan Prabowo untuk merespons kritik yang menuding pemerintah tidak transparan mengenai kondisi pangan nasional. Ia menegaskan bahwa kabinetnya tidak akan menutup-nutupi fakta, terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak. โBerdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan,โ ujarnya, seperti dikutip dari Antara.
Pernyataan itu muncul di tengah klaim pemerintah bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Prabowo menyebut target empat tahun yang dicanangkan sebelumnya berhasil diraih hanya dalam satu tahun masa kepemimpinannya. โAlhamdulillah, kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat. Banyak pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan,โ katanya.
Sejak sebelum dilantik, Prabowo mengaku telah menekankan kepada tim inti dan penasihatnya pentingnya kemandirian pangan dan energi. Menurutnya, pengurangan impor pangan dan bahan bakar minyak menjadi prioritas utama. Selain itu, ia menyoroti ketersediaan air sebagai faktor vital bagi kelangsungan bangsa. โSampai sekarang TNI terus mencari air, membor di tempat-tempat yang susah. Panglima TNI sudah tahun ini saja sudah 30 ribu lubang, dan terus ada masalah kita atasi,โ ungkapnya.
Pernyataan Prabowo ini menjadi sorotan karena menyentuh isu sensitif tentang kepercayaan publik terhadap pemerintah. Di tengah tantangan ekonomi global, klaim swasembada pangan dan energi menjadi batu ujian bagi kredibilitas kabinet. Keberhasilan program-program tersebut akan menentukan apakah retorika keras Prabowo sejalan dengan realitas di lapangan.
Ke depan, publik akan mengawasi apakah target-target ambisius seperti swasembada pangan dan energi benar-benar terwujud, atau justru menjadi bumerang bagi pemerintahan yang mengedepankan narasi antikebohongan. Pertanyaan besarnya: bisakah janji-janji itu dibuktikan dengan data dan dampak nyata bagi rakyat?



