Bruno Guimaraes ke Arsenal: Gelandang Newcastle Desak Transfer, Mahar Rp1,5 Triliun Disiapkan
Baca dalam 60 detik
- Bruno Guimaraes secara terbuka meminta Newcastle United melepasnya ke Arsenal pada bursa transfer musim panas ini.
- Arsenal dikabarkan siap menebus sang kapten dengan nilai sekitar 75 juta poundsterling, setara Rp1,5 triliun.
- Kepergian Guimaraes bisa memicu perombakan lini tengah Arsenal, termasuk kemungkinan dilepaskannya Christian Norgaard.

Kapten Newcastle United, Bruno Guimaraes, secara terbuka menyatakan keinginannya hengkang ke Arsenal pada bursa transfer musim panas ini. Langkah tersebut membuka peluang bagi The Gunners untuk mendatangkan gelandang serba bisa asal Brasil itu setelah negosiasi awal kandas.
Menurut laporan jurnalis Daily Mail, Craig Hope, Guimaraes telah menyampaikan niatnya kepada manajemen Newcastle. Namun, klub asal Tyneside itu hanya akan bernegosiasi jika Arsenal mengajukan tawaran resmi secara langsung. Hope, yang dikenal sebagai salah satu sumber terpercaya untuk berita Newcastle, mengungkapkan bahwa pembicaraan tahap kedua sudah berlangsung di belakang layar, dan sumber internal meyakini angka 75 juta poundsterling (sekitar Rp1,5 triliun) sudah cukup untuk memulai negosiasi serius.
Angka tersebut menjadikan Guimaraes sebagai salah satu pembelian termahal dalam sejarah Arsenal. Saat ini, pemain berusia 28 tahun itu menerima gaji sekitar 160 ribu poundsterling per pekan di Newcastle, dan Arsenal kemungkinan harus menaikkan tawaran gaji untuk meyakinkannya. Meski kontrak Guimaraes masih berlaku hingga 2028, Newcastle memiliki klausul perpanjangan 12 bulan yang melindungi mereka.
Guimaraes telah menjadi pilar utama Newcastle sejak bergabung dari Lyon pada Januari 2022. Musim lalu, ia memimpin tim melewati masa sulit dengan mencetak sembilan gol di Premier League—rekor pribadi terbaiknya—dan menjadi pencetak gol terbanyak klub di liga. Performanya di Piala Dunia 2022 juga impresif, dengan empat assist dalam lima pertandingan. Ia kini menjadi kapten yang membawa Newcastle meraih trofi pertama sejak 1950-an pada 2025.
Bagi Arsenal, kehadiran Guimaraes diyakini akan melengkapi lini tengah yang sudah dihuni Declan Rice, Martin Odegaard, dan Martin Zubimendi. Gelandang Brasil ini mampu berperan sebagai jangkar sekaligus kreator serangan, sesuatu yang jarang dimiliki klub lain. Namun, kedatangannya hampir pasti menandai akhir masa bakti Christian Norgaard di Emirates, karena Arsenal dikabarkan terbuka terhadap tawaran untuk pemain asal Denmark itu.
Di sisi lain, Newcastle dikabarkan "terkejut" karena meskipun ada komunikasi melalui perantara, Arsenal belum melakukan kontak resmi antarklub. Situasi ini menempatkan The Gunners pada posisi krusial: apakah akan segera bergerak atau membiarkan peluang ini berlalu. Jika transfer jadi terwujud, Arsenal tidak hanya memperkuat skuad untuk bersaing di Premier League dan Liga Champions, tetapi juga mengirim sinyal ambisi besar di bursa transfer.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan ini menarik dicermati karena menunjukkan bagaimana klub-klub top Eropa berburu pemain kelas dunia dengan nilai fantastis. Kehadiran Guimaraes di Arsenal juga bisa meningkatkan daya tarik Premier League di mata penggemar Tanah Air, yang selama ini mengidolakan gelandang-gelandang Brasil seperti Casemiro dan Fred. Pertanyaan besarnya: akankah Arsenal berani menggelontorkan dana besar untuk mengamankan jasa sang kapten Newcastle?



