Setelah Tonali dan Fernandes, Tottenham Incar Gelandang Muda Guinea
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan tengah menjajaki transfer Ousmane Diabate, gelandang bertahan asal Guinea berusia 18 tahun yang bermain di Genclerbirligi.
- Klub asal London utara itu harus bersaing dengan Brentford yang diunggulkan lebih dekat untuk mendapatkan tanda tangan pemain muda tersebut.
- Langkah ini menunjukkan strategi Spurs yang tidak hanya fokus pada pemain bintang, tetapi juga investasi jangka panjang pada talenta muda potensial.

Setelah menggelontorkan dana sebesar 185 juta poundsterling untuk mendatangkan Sandro Tonali dan Mateus Fernandes, Tottenham Hotspur belum menghentikan aktivitas belanja pemain. Klub asal London utara itu kini dikabarkan tengah membidik gelandang bertahan muda asal Guinea, Ousmane Diabate, yang saat ini membela Genclerbirligi di Liga Super Turki.
Menurut laporan jurnalis Daily Mail, Simon Jones, Tottenham telah melakukan pembicaraan awal dengan klub Turki tersebut. Namun, dalam perburuan pemain berusia 18 tahun itu, Spurs harus menghadapi persaingan ketat dari Brentford yang disebut-sebut sebagai klub terdepan untuk mendapatkan tanda tangan Diabate. Jones, yang dikenal memiliki jaringan luas di kalangan klub Premier League, menyebutkan bahwa negosiasi masih berlangsung, tetapi posisi Brentford saat ini lebih diuntungkan.
Diabate mungkin belum menjadi nama yang familier di kancah sepak bola Eropa, namun ia telah mencuri perhatian berkat penampilannya yang matang di usianya yang masih muda. Produk akademi Genclerbirligi ini berhasil menembus tim utama pada musim lalu dan menjadi andalan di lini tengah saat klubnya berjuang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Turki. Kemampuannya dalam merebut bola, disiplin dalam posisi, serta ketenangan saat menguasai bola menjadi nilai lebih yang membuatnya dilirik klub-klub Premier League.
Jika dibandingkan dengan dua rekrutan anyar Tottenham, Tonali dan Fernandes, Diabate tentu bukanlah pemain yang langsung menjadi starter. Ia lebih diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang yang bisa berkembang di bawah asuhan Roberto De Zerbi. Gelandang asal Guinea ini diyakini cocok dengan filosofi De Zerbi yang menginginkan pemain muda, agresif, dan memiliki kemampuan teknis baik. Dengan bimbingan pemain senior seperti Tonali, Diabate diharapkan bisa menjelma menjadi gelandang bertahan handal di masa depan.
Ketertarikan Brentford menjadi batu sandungan tersendiri bagi Tottenham. Klub asal London barat itu dikenal memiliki reputasi gemilang dalam mengembangkan pemain muda dan memberikan jalur yang jelas menuju tim utama. Faktor ini bisa menjadi penentu jika Diabate lebih memprioritaskan kesempatan bermain reguler daripada sekadar bergabung dengan klub besar. Persaingan ini diprediksi akan mempengaruhi nilai transfer, meskipun gaji pemain diperkirakan masih rendah mengingat usianya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Tottenham ini menarik untuk dicermati. Strategi merekrut pemain muda berbakat dari liga-liga non-unggulan seperti Turki menunjukkan bahwa klub-klub Premier League semakin agresif dalam berburu talenta sebelum harganya melambung. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih jeli dalam memantau pemain-pemain potensial dari kompetisi domestik maupun Asia Tenggara. Pertanyaannya, akankah Diabate memilih bergabung dengan proyek jangka panjang Tottenham atau lebih memilih jalur cepat bersama Brentford?



