Prabowo Ucapkan Bela Sungkawa untuk Tiga Polisi yang Gugur dalam Penggerebekan Narkoba di Kalteng
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan dalam operasi pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah.
- Insiden terjadi saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, di mana petugas mendapat perlawanan bersenjata tajam hingga tiga personel tewas.
- Pemerintah berkomitmen memberantas kejahatan luar biasa seperti narkoba, korupsi, dan judi, dengan klaim kemajuan signifikan dalam upaya tersebut.

Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan dalam sebuah operasi penggerebekan narkoba di Kalimantan Tengah. Dalam pernyataannya pada Kamis (9/7) di sela peluncuran program biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Prabowo menegaskan bahwa para personel yang gugur adalah pahlawan dalam perang melawan kejahatan narkoba yang telah merenggut nyawa mereka.
"Saya menyampaikan bela sungkawa kepada Kepolisian yang anggotanya gugur karena mengadakan pembersihan di sebuah kampung di Kalimantan, akhirnya mereka hilang nyawa oleh mereka-mereka yang mungkin melindungi atau terlibat proses pembuatan atau penyebaran narkoba," ujar Prabowo. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberantas peredaran narkoba yang dinilai sebagai kejahatan luar biasa.
Operasi yang berlangsung pada Kamis (2/7) dini hari di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, itu awalnya menargetkan seorang terduga bandar sabu. Namun, saat penggerebekan, petugas diduga mendapat perlawanan dari sekelompok orang yang membawa senjata tajam. Akibatnya, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur di tempat, sementara Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan tewas di aliran Sungai Katingan.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghentikan kejahatan luar biasa seperti narkoba, korupsi, dan judi. Ia mengklaim bahwa upaya pemberantasan telah menunjukkan banyak kemajuan, meskipun tantangan di lapangan masih berat. "Kita harus terus berperang melawan narkoba yang merusak generasi muda," tegasnya.
Kenaikan pangkat luar biasa Anumerta yang diberikan Mabes Polri kepada ketiga korban menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian mereka. Sementara itu, Polres Katingan telah menangkap tiga pelaku penyerangan yang diyakini terlibat dalam insiden tersebut. Mereka saat ini masih dalam pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan narkoba yang lebih luas.
Insiden ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi aparat dalam pemberantasan narkoba di daerah terpencil. Kalimantan Tengah dikenal sebagai salah satu jalur peredaran narkoba, dan penggerebekan semacam ini kerap menemui perlawanan keras. Pertanyaan yang muncul: apakah pemerintah akan memperkuat perlindungan dan dukungan bagi personel di lapangan, atau justru akan ada evaluasi strategi operasi ke depan?



