Kebakaran TPA Jatiwaringin Tersisa 1,5 Hektare: Menteri Jumhur Pastikan Api Tak Lagi Membesar
Baca dalam 60 detik
- Luas area terbakar di TPA Jatiwaringin menyusut dari 3 menjadi 1,5 hektare dalam sehari, dengan sisa titik api hanya berupa asap.
- Menteri Lingkungan Hidup mengirim surat edaran ke seluruh kepala daerah dan membentuk satgas khusus untuk memonitor TPA selama musim kemarau.
- BNPB mengerahkan empat helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang tidak bisa dipadamkan dari darat.

Proses pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari kesepuluh dengan sisa lahan terbakar seluas 1,5 hektare. Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat memastikan api besar sudah tidak terlihat dan kondisi terus membaik.
"Dari kemarin 3 hektare, sekarang tersisa 1,5 hektare. Itu pun sangat teknis. Relatif sudah jauh lebih baik, hanya asap-asap dan nanti selesai," kata Jumhur saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Kamis (9/7). Pernyataan ini menandai kemajuan signifikan setelah kebakaran yang berlangsung sejak 30 Juni lalu.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa di daerah lain, Kementerian Lingkungan Hidup telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh bupati dan wali kota di Indonesia. Langkah ini diambil seiring puncak musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran di tempat pembuangan akhir.
Selain surat edaran, pemerintah juga membentuk satuan tugas khusus yang bertugas memonitor kondisi TPA di seluruh Indonesia. "Kita punya satgas yang sedang dibentuk untuk memonitor satu per satu TPA yang menghadapi musim panas. Jadi kita monitor terus," ujar Jumhur. Langkah ini dinilai penting mengingat banyak TPA di Indonesia masih menggunakan sistem open dumping yang rentan terhadap kebakaran.
Di lapangan, petugas gabungan masih berupaya melakukan pendinginan dan pemadaman. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyatakan empat unit helikopter water bombing akan dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses dari darat. "Ada beberapa spot yang tidak bisa dilakukan pemadaman lewat darat. Insyaallah besok di atas sini ada 4 lagi," kata Djohan, Selasa (7/7).
Hingga hari kedelapan, sekitar 50 persen area yang terbakar telah berhasil dipadamkan, dan tingkat pembersihan lokasi terdampak mencapai 70 persen. Meski demikian, upaya pemadaman masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersembunyi.
Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur pengelolaan sampah di Indonesia. Dengan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, pertanyaan krusial adalah apakah langkah antisipasi yang diambil pemerintah cukup untuk mencegah bencana serupa di masa depan.



