Mobil Dinas TNI Maung Tabrak Tiang Rambu di Exit Tol Slipi, Dua Luka
Baca dalam 60 detik
- Kecelakaan tunggal mobil Maung TNI terjadi di depan gedung DPR/MPR, diduga sopir mengantuk.
- Dua penumpang mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS AD Ridwan Meuraksa.
- Insiden ini menyoroti risiko micro sleep di kalangan pengemudi kendaraan dinas.

Sebuah mobil dinas TNI jenis Maung menabrak tiang rambu jalan di exit Tol Slipi, tepat di depan kompleks gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (9/7) pagi. Kecelakaan tunggal itu mengakibatkan dua orang penumpang mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, khususnya akun Instagram @infojkt24. Dalam rekaman, kendaraan berpelat dinas TNI itu tampak dalam posisi miring di tengah jalan dengan bagian depan ringsek. Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Rieki Indra Brata Manggala mengonfirmasi bahwa kendaraan yang terlibat adalah mobil Maung milik TNI.
Menurut Rieki, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah pengemudi mengalami micro sleep atau kantuk berat saat mengemudi. "Patut diduga pengemudi mengantuk atau mengalami micro sleep," ujarnya dalam keterangan resmi. Kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah barat menuju lokasi. Setibanya di exit Tol Slipi, mobil tiba-tiba hilang kendali dan menabrak separator beton serta tiang rambu lalu lintas.
Dampak kecelakaan tidak hanya merusak fasilitas jalan, tetapi juga melukai dua orang penumpang di dalam mobil. Rieki merinci, korban laki-laki menderita luka di kedua kaki, sementara korban perempuan mengalami luka di bagian wajah. Keduanya langsung dilarikan ke RS AD Ridwan Meuraksa di Jakarta Timur untuk mendapatkan perawatan medis. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi terkini para korban.
Insiden ini kembali mengingatkan akan bahaya micro sleep, terutama bagi pengemudi kendaraan dinas yang kerap menempuh perjalanan jarak jauh atau dalam kondisi lelah. Micro sleep adalah kondisi tidur singkat yang tidak disadari dan dapat terjadi saat mengemudi, meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan. Kasus seperti ini menuntut perhatian serius dari instansi terkait untuk memastikan keselamatan berlalu lintas, termasuk penerapan aturan istirahat bagi pengemudi.
Ke depan, perlu ada evaluasi terhadap prosedur operasional kendaraan dinas TNI, khususnya terkait manajemen kelelahan pengemudi. Apakah akan ada sanksi atau pelatihan tambahan untuk mencegah kejadian serupa? Publik menanti langkah konkret dari pihak TNI dan kepolisian dalam menangani kasus ini serta mencegah terulangnya kecelakaan akibat micro sleep.



