Laos Catat 2,1 Juta Turis Asing dalam Lima Bulan, Dekati Target Tahunan
Baca dalam 60 detik
- Kunjungan turis asing ke Laos pada Januari-Mei 2026 mencapai 2,1 juta orang, setara 47% target tahunan 4,46 juta.
- Pendapatan pariwisata Laos menembus US$960 juta, didorong oleh kedatangan dari Thailand, China, dan Vietnam.
- Pemerintah Laos menargetkan total 43 juta wisatawan pada 2026-2030, dengan fokus pada infrastruktur dan standar layanan.

Laos mencatat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara pada lima bulan pertama 2026, dengan total 2,1 juta kedatangan โ setara 47 persen dari target tahunan 4,46 juta. Angka ini juga menandai kenaikan 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menurut laporan yang disampaikan dalam sidang pertama Majelis Nasional Laos ke-10, Selasa (9/7).
Pendapatan sektor pariwisata selama periode tersebut mencapai lebih dari US$960 juta, mencerminkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Laos yang tengah berupaya pulih pascapandemi. Sementara itu, wisata domestik juga menunjukkan performa positif dengan 1,3 juta perjalanan, atau 30 persen dari target tahunan 4,3 juta perjalanan yang ditetapkan parlemen.
Laporan tersebut menyoroti kemajuan pembangunan infrastruktur pariwisata dan pengelolaan destinasi. Pemerintah Laos juga meningkatkan upaya untuk memperbaiki standar layanan pariwisata serta melindungi keselamatan wisatawan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing Laos di kawasan Asia Tenggara yang ketat.
Pada 2025, Laos mencatat rekor 4,5 juta wisatawan asing โ melampaui target pemerintah dan naik 11 persen dari tahun sebelumnya. Thailand, China, dan Vietnam menjadi tiga negara penyumbang wisatawan terbesar. Kedekatan geografis dan konektivitas darat yang terus ditingkatkan menjadi faktor utama, terutama dengan proyek kereta api Laos-China yang mulai beroperasi penuh.
Bagi Indonesia, capaian Laos menawarkan pelajaran tentang pengelolaan pariwisata pascapandemi. Dengan infrastruktur yang lebih terbatas, Laos mampu menarik minat wisatawan regional melalui promosi destinasi alam dan budaya. Namun, tantangan seperti standar layanan dan perlindungan wisatawan tetap menjadi pekerjaan rumah. Ke depan, persaingan pariwisata ASEAN diprediksi semakin ketat, dan Laos harus berinovasi agar tidak kehilangan momentum.
Pemerintah Laos optimistis dapat mencapai target 43 juta wisatawan antara 2026 dan 2030, dengan rincian 21 juta wisatawan domestik dan 22 juta asing. Namun, realisasi target tersebut sangat bergantung pada stabilitas ekonomi global, kebijakan visa, serta kemampuan menjaga daya tarik destinasi. Akankah Laos mampu mempertahankan pertumbuhan dua digit di tengah persaingan regional?



