Gagal Pertahankan Gelar, Ganda Putra Inggris Tersingkir di Perempat Final Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Julian Cash dan Lloyd Glasspool, juara bertahan ganda putra Wimbledon 2025, harus mengakui keunggulan unggulan keenam asal El Salvador dan Kroasia dalam dua set langsung.
- Kekalahan ini menyisakan Henry Patten sebagai satu-satunya wakil Inggris di nomor ganda, yang akan berpasangan dengan Harri Heliovaara untuk memperebutkan tiket final.
- Pasangan Arevalo/Pavic kini berpeluang mengulang sukses Cash/Glasspool musim lalu dengan meraih gelar Queen's-Wimbledon double.

Julian Cash dan Lloyd Glasspool, pasangan ganda putra peringkat satu dunia akhir 2025, gagal mempertahankan gelar juara Wimbledon setelah takluk di perempat final, Rabu (9/7). Unggulan ketiga asal Inggris itu dipaksa menyerah 6-2, 6-7 (2-7) oleh Marcelo Arevalo (El Salvador) dan Mate Pavic (Kroasia) dalam pertandingan yang berlangsung hanya 74 menit.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Cash dan Glasspool, yang tahun lalu mencatat sejarah sebagai pasangan all-British pertama dalam 89 tahun yang mampu merebut gelar ganda putra di All England Club. Namun, ambisi mereka untuk mengulang sukses tersebut kandas di tangan unggulan keenam yang tampil agresif sejak awal.
Arevalo dan Pavic hanya membutuhkan waktu 74 menit untuk menyelesaikan pertandingan. Cash dan Glasspool kesulitan memanfaatkan dua peluang break point yang mereka miliki. Dari sisi statistik, persentase servis pertama Arevalo/Pavic yang mencapai 78% menjadi kunci dominasi mereka, sementara Cash/Glasspool hanya mencatatkan 65%.
Kegagalan Cash dan Glasspool membuat Henry Patten menjadi satu-satunya pemain Inggris yang tersisa di nomor ganda putra. Patten, yang berpasangan dengan Harri Heliovaara dari Finlandia, adalah juara Wimbledon 2024. Mereka akan menghadapi pasangan Amerika-Australia, Aleksandar Kovacevic dan Thanasi Kokkinakis, pada Kamis (10/7) untuk memperebutkan tiket final.
Patten dan Heliovaara memulai tahun ini dengan gemilang setelah menjuarai Australian Open, gelar grand slam kedua mereka. Kini mereka berpeluang mencapai final grand slam keempat jika mampu melewati hadangan Kovacevic/Kokkinakis. Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat mengingat Kovacevic dan Kokkinakis juga dalam performa apik sepanjang turnamen.
Bagi Arevalo dan Pavic, kemenangan ini membawa mereka selangkah lebih dekat untuk menyelesaikan Queen's-Wimbledon double, prestasi yang sama diraih Cash dan Glasspool musim lalu. Pasangan ini akan menghadapi pemenang antara Patten/Heliovaara dan Kovacevic/Kokkinakis di semifinal.
Dari kacamata tenis Indonesia, kekalahan Cash/Glasspool menjadi pengingat bahwa persaingan di nomor ganda putra semakin terbuka. Tidak ada lagi pasangan yang mendominasi secara mutlak, dan setiap pertandingan bisa menjadi ajang kejutan. Bagi petenis Indonesia yang bercita-cita menembus grand slam, konsistensi dan kemampuan memanfaatkan momen krusial seperti break point menjadi faktor penentu.
Dengan tersingkirnya juara bertahan, Wimbledon 2026 dipastikan akan memiliki juara baru di nomor ganda putra. Pertanyaan besarnya: akankah Patten dan Heliovaara mampu mengulang kejayaan mereka dua tahun lalu, atau justru Arevalo dan Pavic yang akan menorehkan sejarah?



