Sembilan Hari Tak Padam, Petugas dan Bupati Tangerang Gelar Doa Bersama di TPA Jatiwaringin
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berlangsung sembilan hari dengan 30 persen titik api tersisa di sektor barat.
- Bupati Tangerang memimpin doa bersama sebagai ikhtiar spiritual di tengah operasi pemadaman darat dan udara.
- Tiga helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau area sulit, sementara petugas fokus pada pendinginan.

Puluhan petugas gabungan dan jajaran pemerintah daerah menggelar doa bersama di halaman Kantor UPT Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (8/7) siang. Ritual keagamaan itu dipanjatkan sebagai bagian dari upaya memadamkan kebakaran yang telah berlangsung sembilan hari dan belum sepenuhnya tertangani.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa doa bersama merupakan ikhtiar spiritual di samping upaya fisik yang terus dilakukan. "Kami memohon agar Allah segera menurunkan hujan untuk menyempurnakan pemadaman yang telah berlangsung," ujarnya di sela-sela operasi. Menurut Maesyal, doa ini juga dimaksudkan agar para petugas dan relawan tetap sehat dan tidak ada korban jiwa dalam penanganan kebakaran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa sisa titik api saat ini terkonsentrasi di sektor barat TPA. "Kurang lebih tinggal 30 persen lagi, sekitar 4 hektare yang masih ada titik api," katanya. Operasi pemadaman dilakukan melalui dua jalur: dari darat oleh petugas pemadam kebakaran dan Manggala Agni, serta dari udara menggunakan tiga helikopter water bombing milik BNPB yang menyiram area yang sulit dijangkau.
Skema pemadaman, menurut Taufik, tidak berubah secara signifikan, hanya fokusnya bergeser ke wilayah barat. Ratusan personel gabungan dari BNPB, BPBD Kabupaten Tangerang, dan Manggala Agni Kementerian Kehutanan terus bekerja untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Hingga hari kesembilan, petugas masih melakukan pendinginan di area yang sudah terbakar untuk mencegah munculnya kembali bara api.
Kebakaran TPA Jatiwaringin yang mulai terjadi pada Selasa (30/6) ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain dampak asap yang mengganggu warga sekitar, kebakaran di tempat pembuangan akhir juga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Ke depan, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah dan pencegahan kebakaran di TPA menjadi kebutuhan mendesak agar kejadian serupa tidak terulang.



