Pesantren Tambakberas Jombang Siap Gelar Muktamar NU ke-35, Targetkan 6.000 Peserta
Baca dalam 60 detik
- PBNU menunjuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35 pada 27-30 Agustus 2026.
- Panitia setempat membentuk tim kecil dan menyiapkan infrastruktur, termasuk lahan parkir dua hektare dan akomodasi di madrasah.
- Muktamar ini memiliki nilai historis karena Jombang merupakan tanah kelahiran para pendiri NU.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menunjuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 27 hingga 30 Agustus 2026. Keputusan ini dibacakan Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar dalam rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Jakarta, Selasa (7/7) malam. Penunjukan ini menandai babak baru persiapan organisasi Islam terbesar di Indonesia untuk forum tertingginya.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (YPPBU) Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah penetapan tersebut. Dalam rapat koordinasi internal yang berlangsung lebih dari satu jam, pengurus membahas kesiapan infrastruktur, lokasi kegiatan, dan akomodasi peserta. "Kami optimistis Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas siap menyambut para muktamirin dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Gus Rozaq.
Menurut perkiraan panitia, jumlah peserta yang akan hadir mencapai sekitar 6.000 orang, terdiri dari peserta, peninjau, dan tamu undangan. Untuk menunjang kelancaran acara, panitia menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti area bazar, tempat istirahat, dan lahan parkir. Salah satu proyek yang tengah dikebut adalah pembangunan area parkir seluas dua hektare di kawasan Tambakberas Timur. Lokasi utama muktamar akan dipusatkan di Gedung Serbaguna (GSG) Haji Hasbullah Said yang berada di kompleks pesantren.
Proses penunjukan Tambakberas berawal dari usulan pihak pesantren kepada PBNU, yang kemudian ditindaklanjuti dengan survei dan penilaian oleh tim PBNU. "Alhamdulillah setelah dilakukan survei, pesantren dinyatakan layak menjadi tuan rumah. Tinggal ada beberapa penyempurnaan kecil yang sedang kami selesaikan," jelas Gus Rozaq. Untuk akomodasi, para peserta akan ditempatkan di sejumlah gedung madrasah di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang telah dinilai layak.
Dukungan juga datang dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang. Ketua PCNU Jombang KH Fahmi Amrullah menyambut baik penunjukan tersebut dan menegaskan kesiapan membantu panitia pusat. "Pondok sekitar Tambakberas seperti Denanyar, Tebuireng, dan Rejoso Peterongan, insyaallah juga siap membantu," kata Fahmi. Ia berharap muktamar dapat berjalan aman, lancar, dan menghasilkan kepengurusan organisasi yang bersih.
Pemilihan Jombang sebagai tuan rumah memiliki nilai sejarah yang kuat. Daerah ini dikenal sebagai tanah kelahiran para pendiri NU, yaitu KH Hasyim Asyari, KH Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. "Kami siap menyambut para tamu yang datang dari berbagai daerah, bahkan dari PCI yang ada di luar negeri," pungkas Fahmi yang juga pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng Jombang.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari berbagai elemen, Muktamar ke-35 NU di Tambakberas diharapkan menjadi ajang konsolidasi organisasi yang produktif. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah sejauh mana forum ini mampu menjawab tantangan keumatan di tengah dinamika politik dan sosial yang terus berubah.



