Tony Blair Bertemu Rosan Roeslani, Danantara Jadi Incaran Investor Global
Baca dalam 60 detik
- Mantan PM Inggris Tony Blair mengunjungi kantor Danantara dan bertemu langsung dengan CEO Rosan Roeslani untuk membahas kerja sama strategis.
- Kunjungan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi investasi utama global, dengan Danantara sebagai pintu masuk kredibel bagi modal asing.
- Kolaborasi dengan Tony Blair Institute diharapkan mempercepat transformasi BUMN dan mengakselerasi arus masuk investasi ke sektor prioritas.

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair bersama delegasi Tony Blair Institute for Global Change (TBI) menyambangi kantor BPI Danantara pada Rabu (8/7/2026) dan bertemu langsung dengan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Pertemuan itu menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin menjadi pusat perhatian investor global, terutama melalui Danantara yang digadang-gadang sebagai kendaraan investasi strategis negara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama yang difokuskan pada transformasi BUMN, termasuk penguatan tata kelola, pengembangan sektor-sektor strategis, dan peningkatan daya saing Indonesia di kancah internasional. Tak hanya itu, diskusi juga merambah ke pengembangan kawasan ekonomi, percepatan hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, hingga penguatan kapasitas kelembagaan dengan memanfaatkan pengalaman dan jejaring global TBI.
Rosan Roeslani menegaskan bahwa antusiasme yang disampaikan Tony Blair dalam kunjungannya mengonfirmasi bahwa Indonesia berada di radar utama investor global. "Kami melihat antusiasme yang sangat besar investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi kita. Danantara siap menjadi jembatan bagi modal internasional untuk masuk secara efektif, dan sentimen pasar sangat positif terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Rosan, Tony Blair menilai kebijakan ekonomi pemerintah, khususnya pembentukan Danantara, semakin dipandang sebagai pintu masuk utama yang kredibel bagi investor internasional. Minat yang ditunjukkan investor ini, kata Rosan, menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang sangat menjanjikan di mata global. "Danantara menjadi mitra strategis yang dicari oleh banyak investor asing. Kami memiliki portofolio dan proyek yang sangat menarik bagi modal asing. Kami akan mengakselerasi proses ini agar dampaknya segera terasa di masyarakat. Ini baru permulaan, akan ada lebih banyak investor yang menyusul," tegas Rosan.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menambahkan bahwa kolaborasi dengan mitra global menjadi bagian penting dalam memperkuat transformasi BUMN. "Kita ingin transformasi BUMN berjalan lebih cepat. Karena itu, penting buat kita membuka ruang kolaborasi dengan mitra global seperti Tony Blair Institute. Banyak pengalaman dan praktik yang bisa kita adaptasi supaya hasilnya lebih optimal dan benar-benar memberi nilai tambah buat Indonesia," ujar Dony.
Bagi investor Indonesia, kunjungan Tony Blair ini memberi sinyal positif bahwa Danantara tidak hanya menjadi proyek domestik, tetapi juga diakui secara internasional. Dengan adanya dukungan dari tokoh sekaliber Blair, kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia diperkirakan akan meningkat. Hal ini berpotensi membuka pintu bagi lebih banyak investasi di sektor-sektor prioritas seperti energi terbarukan, infrastruktur digital, dan manufaktur berteknologi tinggi.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah sejauh mana kolaborasi ini dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis nasional. Apakah Danantara mampu mempertahankan momentum ini dan menjadi katalis utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia? Hanya waktu yang akan membuktikan, namun langkah awal ini sudah menempatkan Indonesia di peta investasi global yang lebih terang.



