XRP Terperosok ke $1,08: Peringatan Likuidasi dari CEO Alphractals dan Sinyal Pasar yang Rapuh
Baca dalam 60 detik
- Harga XRP anjlok 4% ke $1,08 karena aksi lepas leverage di pasar kripto, dipicu peringatan CEO Alphractals soal posisi long yang belum tercairkan.
- Penolakan di zona resistensi $1,14–$1,18 dan penurunan volume 19,86% menandakan lemahnya keyakinan pembeli, memperkuat struktur bearish.
- Ekspansi layanan kustodi Clearstream yang mencakup XRP memberikan katalis positif jangka panjang, namun belum mampu menahan tekanan likuidasi jangka pendek.

Harga XRP terpangkas 4% dalam sepekan terakhir ke level $1,08, mencatatkan kinerja yang lebih buruk dibandingkan rata-rata pasar kripto yang juga melemah. Penurunan ini bukan disebabkan oleh sentimen negatif spesifik terhadap Ripple, melainkan oleh aksi pasar yang lebih luas: penguraian posisi leverage berlebih yang membuat aset digital rentan terhadap likuidasi berantai.
Peringatan datang dari CEO Alphractals, yang menyoroti akumulasi posisi long yang belum tercairkan di berbagai aset utama, termasuk XRP. Menurut analis Alphractals, struktur pasar saat ini sangat rapuh karena tingginya tingkat utang spekulatif. Setiap pergerakan harga yang tidak menguntungkan dapat memicu gelombang likuidasi paksa, mempercepat penurunan harga secara domino. Kondisi ini membuat XRP—yang secara fundamental tidak menerima kabar buruk—justru menjadi korban dari siklus de-risking global.
Dari sisi teknikal, XRP gagal mempertahankan momentum di atas zona resistensi $1,14–$1,18. Penolakan ini dikonfirmasi oleh penurunan volume harian yang signifikan—hampir 20%—yang mengindikasikan bahwa para pembeli tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan harga di level yang lebih tinggi. Aset ini kini berada dalam struktur bearish di bawah rata-rata pergerakan utama, dengan tekanan jual yang dengan mudah mengalahkan reli singkat.
Jangka pendek, pergerakan XRP bergantung pada kemampuan support $1,07 bertahan. Jika level ini jebol, target berikutnya adalah $1,01. Sebaliknya, untuk membalikkan momentum diperlukan penutupan harga yang bersih di atas $1,12. Tanpa itu, konsolidasi atau penurunan lebih lanjut menjadi skenario paling mungkin.
Di tengah tekanan jual, berita positif justru datang dari Eropa. Clearstream, lengan pasca-perdagangan Deutsche Börse Group yang mengelola aset lebih dari €15 triliun, memperluas layanan kustodi kripto terregulasinya dengan menambahkan enam aset digital baru—termasuk XRP—ke dalam daftar yang sebelumnya hanya mencakup Bitcoin dan Ether. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap permintaan institusional di bawah kerangka regulasi MiCA Uni Eropa, yang memberikan jalur kepatuhan bagi bank dan manajer aset untuk menyimpan XRP secara aman.
Bagi investor di Indonesia, perkembangan ini membuka peluang baru. Meskipun regulasi kripto di dalam negeri masih dalam tahap penyempurnaan, adopsi institusional di Eropa seringkali menjadi sinyal awal bagi pasar global. Jika XRP semakin diakui sebagai aset yang patuh regulasi, bukan tidak mungkin produk-produk seperti exchange-traded fund (ETF) berbasis XRP akan bermunculan, memberikan akses lebih luas bagi investor ritel dan institusi di Asia Tenggara.
Namun, dalam waktu dekat, pertanyaan besarnya adalah: akankah berita positif dari Clearstream cukup untuk mengimbangi tekanan likuidasi? Atau justru pasar masih membutuhkan waktu untuk menyerap kelebihan leverage sebelum XRP bisa kembali menguat secara berkelanjutan?



